Berbagai Sistem Ekonomi

Sistem Hukum Ekonomi
1. Sistem Hukum Ekonomi Syariah
2. Sistem Hukum Ekonomi Kapitalisme

Berasal dari Inggris abad ke-18, menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara. Terjadi sebagai akibat dari perlawanan terhadap ajaran gereja, sehingga tumbuh aliran pemikiran liberalisme, dan merambah ke segala bidang kehidupan.

Dasar filosofis pemikirannya bersumber dari tulisan Adam Smith, An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776); menjadi sistem hukum ekonomi; ideologi. Adam Smith: motif manusia untuk melakukan kegiatan hukum ekonomi adalah dorongan kepentingan pribadi yang bertindak sebagai tenaga pendorong yang membimbing manusia mengerjakan apa saja asal masyarakat bersedia membayar; kerja/berkarya bukan karena rasa perikemanusiaan, melainkan karena cintanya kepada diri sendiri/tuntutan pribadi untuk mendapatkan keuntungan. Setiap individu diperbolehkan mengejar kepentingannya sendiri tanpa adanya campur tangan pemerintah, ia seakan-akan dibimbing oleh tangan yang tidak tampak (the invisible hand) untuk mencapai yang terbaik pada masyarakat.

Kapitalisme: sebuah sistem organisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat (individu) atas alat-alat produksi dan distribusi dan pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi-kondisi yang sangat kompetitif. Oki lembaga hak milik swasta merupakan elemen paling pokok dari kapitalisme. Kapitalisme sangat erat hubungannya dengan pengejaran kepentingan hak individu.
Liberalisme terinspirasi teori ‘the invisible hand’ dan pendapat  Legendre (abad ke-17) ketika ditanya: Bagaimana kiranya pemerintah dapat membantu dunia usaha?, Laissez nous faire (jangan mengganggu kita—leave us alone).
Laissez faire diartikan tiadanya intervensi pemerintah, dan menimbulkan: 1. individualisme hukum ekonomi, dan 2. kebebasan hukum ekonomi.
Free fight liberalism (sistem persaingan bebas): siapa yang memiliki dan mampu menggunakan kekuatan modal (capital) secara efektif dan efisien akan dapat memenangkan pertarungan dalam bisnis. Nah paham yang mengagungkan kekuatan modal sebagai syarat memenangkan pertarungan ekonomi disebut sebagai kapitalisme.
Dalam perjalanan historis sistem ek.kapitalis, umat manusia telah mengalami 2 ideologi utama dalam waktu 200 th, kapitalisme dan sosialisme.
3. Sistem Hukum Ekonomi Sosialisme
Sosialisme: aliran filsafat hukum ekonomi sebagai perlawanan terhadap ketidakadilan yang timbul dari sistem hukum kapitalisme. Kemudian bergerak menjadi ideologi, cita-cita, ajaran dan gerakan.
John Stuart Mill (1806-1873), sosialisme menunjukkan kegiatan untuk menolong orang-orang yang tidak beruntung dan tertindas dengan sdikit tergantung dari bantuan pemerintah; pemerintah bertindak sebagai pihak dipercayai oleh seluruh warga masyarakat dan menasionalisasikan industri-industri besar dan strategis—pertambangan, jalan, jembatan dan semua produk yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Negara memiliki semua alat-alat produksi dan menghilangkan milik swasta.
Hal yang paling kentara adalah kolektivisme/rasa kebersamaan, maka alokasi produksi dan cara pendistribusian semua sumber-sumber hukum ekonomi diatur oleh negara.
4. Sistem Hukum Ekonomi Komunisme
Muncul sebagai gerakan ideologis yang mendobrak kapitalisme/sistem hukum ekonomi lainnya yang telah mapan. Ibarat anak haram yang tidak disukai kapitalisme.
Tokohnya Karl Marx—korban dan saksi sejarah kebiadaban kapitalisme, terinspirasi oleh Hegel yang menyatakan bahwa ‘perubahan historis merupakan hasil kekuatan-kekuatan yang bertentangan antara satu sama lain. Pertentangan, pada dasarnya bersifat ekonomis/materialistis, sehingga faktor-faktor hukum ekonomi—menurut Karl Marx menjadi sebab pokok terjadinya perubahan.
Mottonya: from each according to his abilities to each according to his needs (dari setiap orang sesuai dengan kemampuan, untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhan).
Tujuan sosialisme dan komunisme sama, tetapi dalam mencapai tujuan tersebut sangat berbeda. Komunisme adalah bentuk paling ekstrem dari sosialisme.
Sosialisme, segala aktifitas serba dikomando. Dalam komunisme, negara merupakan penguasa mutlak, sehingga sistem hukum ekonomi komunisme disebut sebagai “sistem Hukum Ekonomi Totaliter”. Ini karena kondisi sosial masyarakat dipaksa oleh pemerintah untuk menjalankan kebijakan-kebijakannya, meskipun dipercayakan pada asosiasi-asosiasi dalam sistem sosial kemasyarakatan yang ada. Dalam prakteknya totaliter ini berubah menjadi sistem hukum otoriter, yaitu sumber-sumber hukum ekonomi dikuasai oleh segelintir elite yang disebut sebagi polit biro yang terdiri dari elite-elite penguasa parta Komunis.
5. Sistem Hukum Ekonomi Fasisme
Muncul dari filsafat radikal atas revolusi industri, yaitu sindikalisme. Tokohnya George Sorel (1847-1922), menginginkan reorganisasi


About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s