Dinasti Mongol, Timur Lenk, dan Delhi

Peradaban Islam Pada Masa Mongol
*Asal-Usul
*Para Pemimpin Terkenal
*Serangan Hulagu Khan
*Dinasti di Persia
*Kebudayaan Islam Mongol
*Dampak Kekuasaan Mongol
*Penguasa Muslim Timur Lenk
Asal-Usul Bangsa Mongol
Bangsa Mongol berasal dari daerah pegunungan Mongolia. Nenek moyangnya bernama Alanja Khan, yang mempunyai dua putra kembar, Tartar dan Mongol. Keduanya melahirkan dua suku bangsa besar, yakni Mongol dan Tartar. Mongol mempunyai anak bernama Ilkhan, yang melahirkan keturunan pemimpin bangsa Mongol di kemudian hari.
Sebagai bangsa nomad, bangsa Mongol berwatak kasar, suka berperang, berani menghadapi maut untuk mencapai keinginannya. Tapi mereka sangat patuh kepada pimpinannya.
Agama semula Syamanisme—mengakui adanya Tuhan Yang Mahakuasa, tapi tidak beribadah kepada-Nya, melainkan menyembah arwah/roh jahat agar terhindar dari bencana dengan ‘menyogok’ sajian-sajian.
Pemimpin/Khan pertama—dalam sejarah—adalah Yesugey (w. 1175), ayahnya Jenghiz/Chenggiz/Chingis (nama aslinya Temujin=seorang pandai besi yang menang atas Ong Khan/Togril kepala suku Kereyt). Temujin diangkat menjadi ‘Jenghiz Khan’ oleh sidang para kepala suku pada tahun 1206, umur 44 Tahun.
Invasi Mongol ke wilayah Islam karena peristiwa Utrar, 1218 M, yaitu ketika Gubernur Khawarizm membunuh utusan Mongol. Sejak saat itu Mongol menguasai Transaxonia, Bukhara,  Samarkand, Khurasan, Quzwain, sampai perbatasan Iraq, bahkan sampai Azerbaijan. Kota-kota tersebut hancur lebur.
Jenghiz Khan membagi wilayahnya menjadi 4 untuk 4 anaknya; Juchi, Chagatai, Ogotai, dan Toluy. Keturunan Chagatay-lah yang masuk ke lingkungan Islam dan membantu menyebarkan Islam di wilayah Turkistan China sampai abd ke-17. Toluy-bungsu—di wilayah Mongolia, yang menurunkan Mongke dan Qubilay. Qubilay Khan menaklukkan China, berkuasa sebagai Yuan (dinasti yang memerintah hingga abad ke-14 yang kemudian digantikan dinasti Ming), beragama Budha dan bertikai dengan saudara-saudaranya dari Khan-khan Mongol yang beragama Islam di Asia Barat dan Rusia. Adalah Hulagu Khan—saudara Mongke dan Qubilay—yang menyerang wilayah-wilayah Islam sampai ke Baghdad.
Pemimpin Mongol Yang Terkenal
1.Jenghiz Khan (1206-1227 M/w. 624 H); paling terkemuka, tanpa tanding. Menaklukkan seluruh Mongolia dan Tartar, menyatukan mereka; meletakkan UU Mongolia. Menaklukkan kota-kota muslim sampai Iran.
2.Hulagu Khan (7 H/13 M); menghabisi kekhalifahan Abbasiyyah, menghancurkan Baghdad, membunuh khalifah al-Mu’tashim, menghancurkan Syiria, dan mendirikan pemerintahan Ilkhan di Irak.
3.Timur Lenk—Timur yang pincang– (8 H/14 M); penguasa muslim India yang memerangi negeri tetangga, seperti Persia, Irak, Syam, dan Turki.
4.Zhahirudin Babur (10 H/15-16 M); pendiri kekaisaran Mongolia (muslim) di India, yang berkuasa antara 932-1275 H/1526-1858 M.
Serangan Hulagu Khan
Hulagu dipercaya oleh saudaranya—Mongke Khan—untuk mengembalikan wilayah Mongol di Asia Barat yang terlepas setelah kematian Jenghiz Khan. Berangkat dengan pasukan yang sangat besar, tahun 1253. pusat gerakan Syi’ah Isma’iliyah di Persia Utara jatuh tahun 1256, dan menyerang Baghdad pada tanggal 10 Pebruari 1258, sepuluh hari kemudian Khalifah dan semua penduduk dibunuh, kota Baghdad rata dengan tanah. Tahun 1260 merebut Mesir di bawah Sultan Qutus Kerajaan Mamalik, tapi bisa dikalahkan di Ain Jalut Palestina, 3 September 1260 M.
Baghdad dan daerah-daerah taklukan Hulagu selanjutnya diperintah oleh Dinasti Ilkhan (gelar untuk Hulagu). Dari sini kemudian muncul kerajaan Mongol Islam, karena keturunan Hulagu Khan yang masuk Islam dan mendirikan kerajaan Mongol Islam dengan nama Dinasti Ilkhan.
Dinasti Mongol di Persia (1265-1502 M)
Hulagu (raja pertama yang bergelar Ilkhan) digantikan anaknya, Abaqa (1265-1282 M), bersimpati pada kaum kristen, karena pengaruh ibu tirinya.
Kaisar Mongol di Persia ke-3, Ahmad Takudar (1282-84 M), inilah kaisar pertama yang beragama Islam. Ia menggunakan seluruh kemampuannya untuk mambawa seluruh bangsa Mongol menjadi muslim, dan berkirim pesan ke sultan Mamluk (Qalawun) yang berisi keinginannya melindungi Islam. Sikapnya ini ditentang rakyat dan bangsawan, sehingga pada tanggal 10 Agustus 1284 M, ia dihukum mati oleh Arghun (1284-1291 M). Arghun sangat kejam terhadap Islam, pejabat muslim semuanya dibunuh, dan semua pengganti Takudar penyembah berhala.
Ghazan (1295-1304), kaisar ke-7, beribukota di Azerbaijan. Dibesarkan sebagai seorang Budha, tapi akhirnya masuk Islam. Islam—Syi’ah—menjadi agama negara. Kebijakannya: memerintahkan kaum Kristen dan Yahudi membayar jizyah, mencetak mata uang ber-inskripsi Islam (Mei 1299), melarang riba, pejabat menggunakan serban sebagai pengganti pakaian nasional mereka, membentuk lembaga (Ilkhan/Ghazani) untuk menertibkan administrasi dan keuangan negara. Tahun 1304 meninggal di usia 32 tahun karena sakit.
Uljaytu Banda (1305-1316, putra Arghun). Ia penganut Syi’ah dan mentahbiskan Hukum Islam dengan keras. Meminta bantuan Philip le Bol, Edward II dan Paus Clement IV untuk memerangi Mamluk yang Sunni.
Digantikan anaknya, Abu Sa’id (1317-1334 [penguasa terakhir]). Ia mengangkat Rashiduddin dan Ali Shah menjadi menteri. Tapi Ali Shah iri dengan kejujuran, loyalitas, dan ke-pakar-an (ahli sejarah dan astronomi) Rashiduddin, sehingga ia dibunuh. Hubungan dengan Mamluk  (sultan Nasir Muhammad) mencair pada tahun 1332 dalam memperebutkan Siria.
Perselisihan dalam tubuh Ilkhaniyah menyebabkan terpecahnya kerajaan menjadi dinasti-dinasti kecil. Tapi mereka dapat dipersatukan pada masa Timur Lenk yang membentuk dinasti Timuriyah yang berpusat di Samarkand.
Kekuatan Timur (w.1408) sudah berkembang pada tahun 1369. mulai tahun 1380 ia memulai peperangan yang panjang dan serius di persia dan Afghanistan; memperkecil Mesopotamia, merampas Baghdad, menyerang Khan Golden Horde di Rusia Selatan, menyerbu India utara, Anatolia dan mengusir orang Turki Usmani di Angora, syiria diperkecil, Aleppo dan Damaskus—kekuasaan Mamluk—dirampas, Samarkand di Transoxinia dijadikan ibukota negara. Keturunan Timur bertahan se-Abad, namun ada keturunannya (Baber) yang menyerbu Lahore pada tahun 1525 dan mendirikan Kerajaan Mughal di India.
Kebudayaan Mongol Islam
Hulagu Khan sangat tertarik pada bangunan dan arsitektur yang indah dan filsafat. Atas daran Nasiruddin at-Tusi, seorang filsuf nuslim besar, ia membangun observatorium di Maragha tahun 1259.
Kultur Islam yang berada di kawasan Arab—Iraq, Syiria, dan sebagian Persia—walau secara politis ditaklukkan Mongol, tapi akhirnya Mongol sendiri yang terserap ke dalam budaya Islam.
Kesimpulannya: akar budaya Islam di kawasan budaya Arab diperintah bukan hanya oleh dinasti yang berbangsa Arab, tetapi siapa yang kuat akan memerintah wilayah tersebut. Dinasti-dinasti silih berganti berkuasa, tapi yang langgeng adalah kekuasaan dari bangsa Arab sendiri, baik pada masa klasik maupun masa modern.
Dampak Kekuasaan Mongol
Dampak negatifnya lebih banyak, a.l.:
1.Pembunuhan ummat Islam besar-besaran; Hulagu mengekskusi khalifah Mu’tashim. Arghun membunuh Takudar; mencopot jabatan penting dan membunuhnya
2.Bangsa Mongol lebih bersimpati pada ummat Kristen dan menghalang-halangi dakwah Islam
3.Hancurnya Baghdad dengan berbagai fasilitas dan perpustakaan—dibakar—sebuah kerugian besar bagi khazanah ilmu pengetahuan dan berdampak sampai sekarang.

Dampak Positif; setelah pemimpinnya—Takudar, Ghazan, dan Uljaytu Khuda Banda—masuk Islam, mereka menjadikan Islam sebagai agama resmi. Mereka tertarik pada Islam karena berasimilasi dan bergaul dengan masyarakat muslim; Ghazan terpengaruh menterinya, Rashiduddin dan Nawruz (gubernur Syiria).
Penguasa Muslim Timur Lenk (1336-1404 M)
Timur Lenk lahir di dekat Kesh, wilayah Uzbekistan, sebelah selatan Samarkand di Transoxania, pada 8 April 1336 M, dan meninggal di Otrar. Ayahnya Taragai, kepala suku Balas, keturunan Karachar Noyan yang menjadi menteri dan kerabat Chagatay, putra Jenghiz Khan. Ia sejak umur 12 tahun sudah ikut perang. Ia mengabdikan diri pada gub.Transoxania, Amir Qazaghan. Setelah Amir wafat datang serbuan dari Tughlug Temur . Timur lenk melawan tapi akhirnya malah diangkat menjadi gubernur Samarkand oleh Tughlug, namun karena posisinya digantikan oleh anak Tughlug (Ilyas Khoja gubernur, Timur wazirnya), Timur bersekutu dengan cucu Qazaghan, Amir Husain, memberontak Tughlug. Berhasil.
*
Ambisinya untuk berkuasa membuatnya membunuh Amir Husain (walaupun ipar). Setelah itu ia memproklamirkan diri sebagai penguasa tunggal Transoxania (10 April 1370). Ia berambisi untuk menaklukkan daerah-daerah bekas koloni Jenghiz Khan; Khurasan, Herat, Afghanistan, Persia, Fars, dan Kurdistan. Di setiap negeri yang ditaklukkannya Timur Lenk membantai penduduk yang melawan (sangat ganas dan kejam)
Konon ia adalah penganut Syi’ah yang taat dan menyukai tasawuf tarekat Naqsyabandiyah.
Dinasti Delhi (1206-1555 M)
Terletak di India Utara, mengalami 5 x pergantian kepemimpinan, yi:

1. Dinasti Mamluk   = 84 Th (keturunan Qutbuddin Aybak, budak dari Turki)

2. Dinasti Khalji  = 30 Th (dari Afghanistan)

3. Dinasti Tughluq  = 93 Th

4. Dinasti Sayid  = 37 Th, dan

5. Dinasti Lody  = 75 Th.

Peninggalannya, a.l.: mesjid Kuwat al-Islam dan Qutub Minar (menara di Lalkot, Delhi)

*
*

2 thoughts on “Dinasti Mongol, Timur Lenk, dan Delhi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s