Hukum Islam pada Masa Kesempurnaan (101-350 H/720-961 M)

Kondisi Awal
•Runtuhnya Bani Umayyah (abad ke-2 H), menghembuskan angin baru dalam dunia fikih. Khalifah Bani Abbas sangat besar perhatiannya pada fikih dan fuqaha. Umayyah memasung ulama ><Abbasiyyah justru sangat menghormati.
•Harun al-Rashid memanggil Imam Malik untuk mengajar al-Muwatta pada al-Amin dan al-Makmun. Beliau juga meminta Abu Yusuf menyusun buku administrasi, keuangan, dan ketatanegaraan sesuai ajaran Islam (kitab al-Kharaj)
•Penerjemahan buku-buku Yunani (selama 100 Tahun); manuskrip ke bahasa Siriac—bhs ilpeng di Mesopotamia—kemudian baru ke Bahasa Arab.
Periode ini disebut juga:
•Keemasan fiqh/fase kesempurnaan (250 tahun); fikih menjadi ilmu yang mandiri
•Pembukuan dan munculnya para imam mujtahid; ada kebebasan berfikir sehingga muncul fikih iftiradi/taqdiri
•Islam maju dalam bidang sos-ek-pol-bud,pemikiran
•Pembukuan hadis dan fikih imam madzhab
Madzhab
Arti; pendapat, kelompok/aliran yang bermula dari pemikiran atau ijtihad seorang imam dalam memahami sesuatu—filsafat, hukum/fikih, teologi, politik. Pemikiran ini kemudian diikuti kelompok/para pengikut dan dikembangkan menjadi suatu aliran, sekte, atau ajaran. Secara harfiyah: tempat pergi dari kata zhahaba-yazhabu=pergi.
Sebab munculnya mazhhab
Masa keemasan fikih, adat istiadat heterogen, luasnya wilayah, beragam latar belakang pemikiran. Sebab tersebut, a.l.:1. perbedaan pemikiran, 2. ketidakjelasan masalah yang menjadi tema pembicaraan, 3. perbedaan kesenangan dan kecenderungan, 4. perbedaan cara pandang, 5. taklid pendahulunya, 6. perbedaan kemampuan, 7. masalah kepemimpinan dan cinta kepada penguasa, dan 8. fanatisme kelompok yang berlebihan
Kenapa ber-Madzhab?
•Sebagai muslim kita dituntut untuk setidaknya menjadi muttabi’ (mengikuti pendapat ulama dan mengetahui alasan/dalilnya, tidak hanya sekedar taqlid.
•Masing-masing mazhhab mempunyai ciri khas karena berbeda pendapat dalam menggunakan metode penggalian hukum—tapi hanya dalam masalah furu’—sedangkan yang asal sepakat, yaitu:
•1. sumber hukum al-Qur’an dan as-Sunnah, yang bertentangan harus ditolak dan tidak boleh diamalkan
•2. saling menghormati selama masih dalam koridor syariat Islam
Mazhab Fikih Sunni, ada 13, yaitu:
•Sufyan ibn Uyainah di Mekah
•Malik ibn Anas di Madinah
•al-Hasan al-Bashri di Bashrah
•Abu Hanifah di Kufah
•Sufyan ath-Thawri di Kufah
•al-Auza`i
•asy-Syafi’i di Mesir
•al-Laits ibn Sa’ad di Mesir
•Ishaq ibn Ruhawaih di Naisabur
•Abu Tsaur di Baghdad
•Ahmad ibn Hambal di Baghdad
•Dawud azh-Zhahiriy di Baghdad
•Ibn Jarir at-Tabari di Baghdad
Perkembangan Mazhhab
•Seorang mujtahid/imam—seperti at-Tahawi– masih berpegang pada pokok gurunya (Abu Hanifah, Abu Yusuf, dan asy-Syaibani) tapi kemudian ia mengembangkannya lebih maju, lebih teoritis
•Pembentukan madzhab bukan lagi karena wilayah, tapi juga karena person (abad 2-3 H). Madzhab Iraq hanya di kalangan pengikut Abu Hanifah dan Hijaz hanya pengikut Imam Malik
•Sunni ada 13 mazhab, tinggal 4; Syi’i ada 4, tinggal 3 (Ja’fari/Imami, Zaidi, dan Isma`ili); Khawarij, tinggal 1 yaitu Ibadi.
•Mazhab tidak melemah/menghilang dengan sendirinya tapi melalui uji coba, verifikasi ilmiah, dan operasional dalam suatu ruang dan waktu yang panjang, 600 tahun.
•Berkembang/tidak madzhab karena didukung: 1. fuqoha dan pengikutnya, 2. pengaruh dan dukungan politik.
Dukungan Politik, terbukti:
•Syafi’iyyah : Iraq, Mesir, Baghdad, Syam, Yaman, Brunei
•Hanbali: Saudi dan Baghdad
•Maliki: Hijaz, Bashrah, Mesir, Afrika, Andalusi, Maroko
•Hanafi: Kufah, Iraq, Khurasan, Turki
•Ja’fari: Iran
Kodifikasi Fikih
Masa keemasan ini orde kodifikasi ilmu pengetahuan, khususnya fikih, kaidah (Ushul fikih dan sumber-sumbernya), penulisan sunnah, dan tafsir.
Pertentangan A.H dan A.R menipis sehingga masing-masing pihak mengakui peranan ra’yu dalam ijtihad (asy-Syaibani berguru pada Imam Malik, Syafi’i berguru pada asy-Syaibani; Abu Yusuf banyak mendukung A.H dengan menggunakan hadis-hadis Rasulullah)
Kitab-kitab fikih banyak berisi ra’yu dan hadis (titik temu masing-masing kelompok)
Kitab fikih mulai disusun dan pemerintah mulai menganut salah satu madzhab fikih resmi negara
Fikih iftiradhi semakin berkembang karena pendekatan fikih tidak lagi pendekatan aktual, tapi mulai bergeser pada pendekatan teoritis.
Kitab terkodifikasi
Fikih dan U.F: fikih imam Mazhab; pendapat hukum Abu Hanifah, al-Muwatta, al-Jami Sufyan ath-Thawri, ar-Risalah (U.F, as-Syafi’i), kitab as-Sunnan fil-fiqh dan kitab al-masa`il fil-fiqh dari Auza`i
Hadis; Kutub as-Sittah (Karya Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmizhi, Ibn Majah, dan an-Nasa`i) yang jumlahnya berpuluh-puluh jilid
Tafsir: Tafsir ibn Juraih, Saddi dan Muhammad ibn Ishaq yang dikembangkan oleh Ibn Jarir at-Tabari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s