Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf

STUDI PEMIKIRAN EKONOMI PARA CENDEKIAWAN MUSLIM ABAD KLASIK DAN PERTENGAHAN
Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf (113-182 H/731-798 M)
Namanya: Ya’qub bin Ibrahim bin Habib bin Khunais bin Sa’ad al-Anshari al-Jalbi al-Kufi al-Baghdadi, lebih dikenal Abu Yusuf.
Lahir di Kufah, meninggal di Baghdad. Dari nasab ibunya, masih mempunyai hubungan darah dengan salah seorang sahabat Rasulullah, yaitu Sa’ad al-Anshari.
Berguru pada Abu Hanifah selama 17 tahun. Di antara muridnya adalah Muhammad bin Hasan asy-Syaibani dan Ahmad ibn Hanbal. Pada masa Harun ar-Rasid, Abu Yusuf diangkat menjadi ketua MA (Qadhi al-Qudhah)
Karya tulisnya: al-Jawami’, ar-Radd ‘ala Siyar al-Auza’I, al-Atsar, Ikhtilaf Abi Hanifah wa Ibn Abi Laila, Adab al-Qadhi, dan al-Kharaj.
Kitab al-Kharaj
Adalah kitab monumental yang membahas perpajakan. Kitab ini bukan yang pertama membahas pajak, tapi ada tulisan Muawiyah ibn Ubaidillah bin Yasar (w.170H), seorang Yahudi yang masuk Islam dan menjadi sekretaris Khalifah Abu Abdillah Muhammad al-Mahdi, tapi karya tersebut hilang ditelan zaman.
Al-Kharaj Abu Yusuf penulisannya didasarkan pada perintah dan pertanyaan khalifah Harun, sehingga mempunyai orentasi birokratik karena ditulis untuk merespon permintaan khalifah yang ingin menjadikannya sebagai buku petunjuk administratif dalam mengelola Baitul Mal.
Sekalipun berjudul al-Kharaj, kitab tersebut membahas juga ghanimah, fai, kharaj, ushr, jizyah, dan shadaqah yang dilengkapi dengan cara/teknik mengumpulkan dan mendistribusikannya sesuai dengan syariat Islam berdasarkan dalil naqliyyah dan aqliyah (metode mengkombinasikan naqliyah-aqliyah ini menjadi pembeda antara kitab al-Kharaj Abu Yusuf dengan al-Kharaj setelahnya, terutama karya Yahya Ibn Adam al-Qarasy yang hanya menggunkan dalil naqliyah saja).
Penekanan kitab ini terletak pada tanggung jawab penguasa terhadap kesejahteraan rakyatnya; membahas persoalan perpajakan, pengelolaan pendapatan dan pembelanjaan publik. Dengan pendekatan pragmatis dan bercorak fikih, buku ini tidak sekedar penjelasan sistem keuangan Islam, tapi lebih sebuah upaya membangun sistem keuangan yang mudah dilaksanakan sesuai dengan Hukum Islam dalam kondisi yang selalu berubah dan sesuai dengan persyaratan ekonomi.
Pemikiran Ekonominya: sebagai fuqaha beraliran ahl ar-Ra’yu, ia memaparkan berbagai pemikiran ekonominya denga menggunakan perangkat analisis qiyas setelah mengkaji al-Qur’an, Hadis, Atsar shahabi, serta praktek penguasa saleh. Landasan pemikirannya adalah mewujudkan al-mashlahah al-’ammah. Ini menjadikan gagasannya lebih relevan dan mantap.
Keuangan Publik (ini merupakan kekuatan utama pemikiran A.Y);
kemampuan dan kemudahan para pembayar pajak, cara mudah memungut pajak, cara mendapat pemasukan negara dan pengelolaan pendistribusiannya
Pengawasan yang ketat terhadap petugas pajak, supaya tidak terjadi korupsi dan penindasan/pemaksaan penarikan pajak
Pentingnya pengembangan infrastuktur dan proyek-proyek kesejahteraan
Menolak tegas pajak pertanian
Perlunya dana pensiun

2. Mekanisme pasar dan harga; bagaimana harga ditentukan dan apa dampak dari berbagai pajak.
Teori yang berkembang: jika harga naik, maka permintaan suatu komoditi turun, dan sebaliknya jika harga turun maka permintaan akan naik. Abu Yusuf membantah pemahaman seperti ini, karena pada kenyataannya tidak selalu terjadi bahwa bila persediaan barang sedikit maka harga akan mahal, dan bila persediaan barang melimpah, harga akan murah. Menurutnya, “Kadang-kadang makanan berlimpah, tetapi tetap mahal dan kadang-kadang makanan sangat sedikit tetapi murah”. Ini karena harga tidak tergantung pada permintaan saja, tetapi juga bergantung pada kekuatan penawaran.
Pengendalian harga (tas’ir). Ia menentang penetapan harga.

3. Pengadaan barang publik/infrastruktur = teori konvensional, yaitu barang sosial yang bersifat umum harus disediakan oleh negara, tapi jika manfaatnya hanya untuk segelintir orang/kelompok, maka biaya dibebankan langsung kepada yang bersangkutan.
4. Tentang tanah mati; menurutnya harus diberikan kepada orang yang mampu menghidupi—mengolah–dan mau membayar pajak, dan negara tetap mendapatkan keuntungan.
5. Sumber alam seperti air, tidak boleh dibatasi untuk individu, sebaliknya harus dapat diakses semua orang.
6. Teori perpajakan/canons of taxation:
Prinsip kesanggupan membayar, pemberian waktu yang longgar dan sentralisasi pembuatan keputusan dalam administrasi pajak.
Abu Yusuf setuju negara mengambil bagian dari hasil pertanian dari para penggarap daripada menarik sewa dari lahan pertanian. Ini lebih adil dan bisa mendongkrak produksi karena memberikan kemudahan dalam memperluas tanah garapan. Abu Yusuf lebih memilih sistem muqasamah/proporsional tax daripada sistem misahah/fixed tax (pajak berdasarkan luasnya tanah) yang telah berlaku sejak masa Umar sampai awal Abasiyah. Alasan: 1. pada masanya banyak tanah yang tidak subur; 2. tidak adanya ketentuan apakah pajak dikumpulkan dalam jumlah uang/barang tertentu (dengan sistem misahah, ketika pajak dipungut dalam bentuk uang/barang, memiliki implikasi yang serius baik terhadap pemerintah maupun petani. Konsekuensinya, ketika terjadi fluktuasi harga bahan makanan, antara perbendaharaan negara dengan para petani akan saling memberikan pengaruh yang negatif). Alasan penentangan misahah, menunjukkan perhatian Abu Yusuf terhadap penerapan prinsip-prinsip keadilan dan efisiensi dalam pengumpulan pajak, juga terhadap kriteria pendapatan pada saat terjadi perubahan harga bahan makanan. Dan muqasamah bebas dari fluktuasi harga.

7. Administrasi keuangan;
hentikan sistem qabalah (sistem pengumpulan pajak pertanian dengan cara ada pihak yang menjadi penjamin serta membayar secara lumpsum kepada negara dan sebagai imbalannya, penjamin tersebut memperoleh hak untuk mengumpulkan kharaj dari para petani yang menyewa tanah tersebut, tentu dengan pembayaran sewa yang lebih tinggi daripada sewa yang diberikan kepada negara)
Perlu tim pemantau/pengawas untuk para pemungut pajak.
Survei terhadap tanah dan nilai barang kena pajak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s