Mengenal Bakat

Mengenal Bakat
Pengertian Bakat
Kecerdasan sebagai Bakat
8 macam Kecerdasan
Hal-Hal yang mempengaruhi Bakat
Mengembangkan Bakat (guna dan caranya)
Pengertian bakat
a.Potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan lahir. Unsur rohani ini dapat/tidak berkembang turut ditentukan oleh keadaan di luar dirinya (lingkungan), dan didukung oleh keinginan kuat yang dimiliki orang tersebut untuk mengembangkannya.
b.Bentuk kemampuan khusus, yang memungkinkan seseorang memperoleh keuntungan dari hasil pelatihannya sampai satu tingkat lebih tinggi.
c.Merupakan potensi, dan bukan sesuatu yang sudah betul-betul nyata dengan jelas. Bakat lebih sebagai kemungkinan yang masih harus diwujudkan melalui latihan.
d.Merupakan suatu karakteristik unik individu yang membuatnya mampu melakukan suatu aktivitas dan tugas secara mudah dan sukses.
Kecerdasan sebagai bakat
Kecerdasan =intellegence = al-dzaka: pemahaman, kecepatan, dan kesempurnaan sesuatu; kemampuan dalam memahami sesuatu secara tepat dan sempurna. Begitu cepat penangkapannya, sehingga Ibnu Sina—psikolog falsafi—menyebut kecerdasan sebagai kekuatan intuitif (al-H}ads).
Kecerdasan dapat digolongkan sebagai bakat karena ada berbacam-macam jenisnya, dan tidak sama untuk setiap orang. Berdasarkan bakat dan kecerdasan yang dimiliki orang memiliki kemampuan potensial yang berbeda, namun apapun perbedaan itu, setiap orang memiliki kecerdasan, sehingga berhak disebut sebagai yang cerdas.
Howard Gardner dalam buku “Intelligence Reframed” mengemukakan adanya 8 kecerdasan yang patut diperhitungkan, yakni kecerdasan: linguistik, logis-matematis, spasial, musikal, kinestetik-jasmani, interpersonal, intrapersonal, dan natural (alam). Manusia umumnya menpunyai kecerdasan ganda (multiple intelligence) yang dapat ditemukan pada semua segi kehidupan.
8 Kecerdasan menurut Howard gardner
1.Kecerdasan Linguistik; kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan (pendongeng, orator, politisi) maupun tertulis (sastrawan, penulis drama, editor, wartawan)
2.Kecerdasan Logis-Matematis; kemampuan menggunakan angka dengan baik (ahli matematika, akuntan pajak, ahli statistik) dan melakukan penalaran dengan benar (misalnya: ilmuan, programmer komputer, ahli logika). Peka pada pola dan hubungan logis, pernyatan dan dalil (jika-maka, sebab-akibat), fungsi logis dan abstraksi-abstraksi lain.
3.Kecerdasan Spasial; kemampuan mempresepsi dunia spasial-visual secara akurat (misal: sebagai pemburu, pramuka, pemandu) dan mentransformasikan persepsi dunia spasial-visual tersebut (misal: dekorator, interior, arsitek, seniman atau penemu). Peka pada warna, garis, bentuk, ruang, dan hubungan antarunsur tersebut.
4.Kecerdasan Kinestetis-Jasmani; keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaannya (aktor, pemain pantomim, atlet, penari) dan ketrampilan menggunakan tangan untuk menciptakan/mengubah sesuatu (Pengrajin, pematung, ahli mekanik, dokter bedah)

5. Kecerdasan Musik; kemampuan menangani bentuk-bentuk musik, dengan cara mempresepsi (penikmat musik), membedakan (kritikus musik), menggubah (komposer), dan mengekspresikan (penyanyi)

6. Kecerdasan Interpersonal; kemampuan memersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain.peka pada ekspresi wajah, suara, gerak-isyarat.

7. Kecerdasan Intrapersonal; kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.

8. Kecerdasan Naturalis; kemampuan mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna. Peka pada fenomena alam lainnya

Penting!!!!!
Kecerdasan bergantung padakonteks, tugas, serta tuntutan kehidupan, dan bukan tergantung pada nilai IQ, gelar atau reputasi bergensi. Jadi test IQ hanya mengukur sesuatu yang lebih tepat disebut bakat bersekolah, sementara kecerdasan sejati mencakup berbagai keterampilan yang jauh lebih luas.
Meskipun kita merasa cocok dengan salah satu atau dua kategori kecerdasan, sebenarnya kita memiliki semua kecerdasan tersebut. Setiap manusia normal bisa mengembangkan ke-8-nya sampai tingkat tertentu. Jarang sekali ada orang yang mempunyai semua (contoh Rudolf Steiner, pemikir Jerman), sebaliknya ada orang yang hanya mengembangkan satu kecerdasan saja (disebut savant), namun umumnya kita bukan orang yang mampu mengembangkan ke-8-nya secara optimal, dan bukan savant, yang jelas setiap orang berhak untuk disebut cerdas.
Hal-hal yang mempengaruhi bakat
1.Unsur genetik dan lingkungan

bakat dan perkembangannya ditentukan banyak hal, namun faktor genetik memegang peranan utama. Secara biologis, bakan sangat berhubungan dengan fungsi otak. Bila otak kiri yang dominan, segala tindakan termasuk bakat, akan berhubungan dengan masalah verbal, intelektual, sequensial, teratur rapi, dan logis. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non-verbal, estetik dan artistik serta atletis.

manusia adalah makhluk bebas dan memilih yang mencari jalan nasibnya, di sisi lain manusia ditentukan oleh keturunannya. Unsur genetik memang sangat menentukan, namun bukan satu-satunya, karena ada faktor lain yang juga sangat berperan, yaitu lingkungan.

2. Latihan; sesuatu yang dimiliki secara alamiyah harus diasah melalui latihan. Berbakat/tidak setelah latihan; yang berbakat cepat menguasai, sedang yang tidak berbakat mengalami kesulitan.

3. Struktur tubuh; hanya berpengaruh untuk kecerdasan fisik-kinestetik, seperti pesepak bola, penari dan berbagai jenis olah raga.

Mengembangkan bakat

Untuk mengembangkan bakat, harus tahu bakat yang dimiliki. Gunanya untuk:

a.Mengetahui potensi diri; jangan sampai tidak tahu/terlambat menyadari bakat kita; profesional di bidangnya tidak harus menunggu gelar sarjana, sebaliknya bisa dicapai sedini mungkin selama seseorang tekun menggali potensi/bakatnya.
b.Merencanakan masa depan; melanjutkan studi, kursus keterampilan. Memilih tempat tinggal, mencari kerja dll harus disesuikan dengan bakat agar kerja tidak hanya mencari uang, tapi karena senang melakukannya, sehingga menumbuhkan jiwa keikhlasan-ketulusan hati, dan daya kreatif-produktif.
c.Menentukan tugas/kegiatan; sukses jika sesuai bakat dan minatnya.
Cara mengembangkan bakat
1.Perlu keberanian; untuk memulai, gagal, berkorban, dan bertarung. Jika keberanian mencoba dan berlatih dapat teraktualisasi, yakinlah perubahan lebih baik akan terwujud.
2.Perlu dukungan latihan; kunci keberhasilan.    جرّبْ ولاحظْ تكنْ عارفا (Cobalah dan perhatikanlah—sesuatu yang Anda coba—niscaya engkau akan menjadi pandai) dan hadith: خير الأعمال أدْوامها وإنْ قلّ
3.Perlu dukungan lingkungan; termasuk manusia, fasilitas, biaya, dan kondisi sosial lainnya. Inventarisir dukungan apa yang diperlukan, cukup/tidak.
4.Perlu memahami hambatan-hambatan pengembangan bakat dan cara mengatasinya. Contoh: a. hanya punya keinginan tetapi tidak mempunyai rencana, b. punya rencana tapi tidak bisa mengeksekusi, c. sumberdaya tidak tersedia secara memadai untuk membantu perubahan, d. mudah menyerah oleh tekanan dari luar. Yakinlah: إذا صدق العزْم وضع السبيل
5.Perlu doa, sebagai kata-kata penggerak perubahan
Tugas
Cari tokoh idola yang ingin dijadikan spirit meraih profesi. Cari informasi sejarah hidupnya, dan analisislah apa yang menjadi rahasia kesuksesannya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s