Komunikasi Sosial

•Apa itu Komunikasi Sosial?
•Pengertian
•Istilah ‘komunikasi’ secara etimologis merujuk pada bahasa Latin, yaitu ‘communis’, yang berarti ‘sama’, atau juga ‘communico, communicare’ dan ‘communicato’ yang berarti ‘membuat sama’ (to make common). Jadi, komunikasi itu terjadi jikalau beberapa orang yang terlibat mencapai suatu kesamaan makna mengenai hal-hal tertentu.
•Sedangkan secara terminologis, komunikasi didefinisikan dalam berbagai arti. Ada ratusan atau bahkan ribuan definisi dari sebuah kata komunikasi, baik itu dikaitkan dengan sebuah peristiwa, tindakan sesaat atau berkelanjutan, sengaja atau tidak sengaja, dan seterusnya.
•Definisi komunikasi yang dapat ditarik adalah proses penyampaian suatu informasi, ide dan perasaan kepada orang lain secara verbal ataupun non verbal agar memperoleh kebermaknaan sehingga orang lain memahami atau berubah sikap, perasaan dan perilaku dengan menggunakan media tertentu ataupun tidak.
•Pentingnya Komunikasi Sosial
•Mengapa komunikasi sosial itu sangat penting?
•Tidak ada ceritanya kita dapat mengenal satu sama lain tanpa terjadinya komunikasi.
•Apa yang kita lihat dan kita dengar dari suatu hal, akan diterima oleh pikiran kita. Namun, ternyata apa yang kita pikirkan belumlah tentu sama dengan yang dipikirkan oleh orang lain di sekitar kita.
•Jika seseorang mengalami masalah, maka dengan menceritakan masalahnya kepada orang lain akan lebih membuatnya merasa rileks dan bebannya terkurangi.
•Jadi Urgensi Komunikasi Sosial:
1.Sebagai bagian dari proses membangun identitas diri,
2.Sebagai sarana untuk saling berbagi konsep atau pikiran mengenai sebuah realitas yang sedang dihadapi bersama-sama, dan
3.Komunikasi sosial dapat meringankan beban psikologis dari setiap masalah yang dihadapi.
•Komunikasi Sosial Yang Efektif?

Bergantung pada bagaimana komponen:

•partisipan (siapa penutur-petuturnya);
•pesan (apa isi yang disampaikan);
•konteks (di mana komunikasi itu dilakukan);
•chanel (bagaimana media pendukung dalam menyampaikan pesan);
•interferensi (bagaimana unsur-unsur pengacauan proses komunikasi);
•feedback (bagaimana reaksi dari masing-masing partisipan komunikasi)
•Hukum REACH
•Pertama, respect, yaitu sikap menghargai dan menghormati pasangan kita saat berkomunikasi
•Kedua, empathy yaitu kemampuan untuk memahami dan menempatkan diri kita di tengah orang-orang yang kita ajak berkomunikasi
•Ketiga, audible, artinya pesan yang disampaikan oleh komunikator harus dapat didengar dengan jelas dan dimengerti dengan baik oleh audiennya.
•Keempat, care, yaitu perhatian. Dengan kata lain, komunikator yang berhasil adalah mereka yang mampu secara langsung dan tak langsung memberikan perhatian kepada pasangan komunikasinya.
•Kelima, humble, yaitu sikap rendah hati. Sikap ini akan memberikan rasa nyaman bagi siapa saja yang sedang terjalin dalam sebuah kegiatan komunikasi.
•Indikator Komunikasi Efektif
(Jalaludin Rahmat)
1.Pengertian, yaitu adanya penerimaan yang cermat dari isi pesan yang dimaksud.
2.Kesenangan, yaitu terjalinnya rasa saling akrab, hangat dan menyenangkan.
3.Mempengaruhi sikap, yaitu timbulnya pengaruh atau sugesti baru dalam bersikap.
4.Hubungan sosial yang baik, yaitu  terpenuhinya  kebutuhan untuk menambahkan dan mempertahankan hubungan yang memuaskan  dengan orang lain dalam hal interaksi dan asosiasi (inclusion), pengendalian dan kekuasaan (control), dan cinta serta kasih sayang (affection).
5.Tindakan, yaitu timbulnya tindakan nyata sebagai indikator tingkat persuasi dari komunikasi yang terjadi.
•Komunikasi Efektif menurut Islam
•Dibangun dengan cara-cara yang baik (mengundang ikatan kekerabatan dan pertemanan yang harmonis). Seringkali permusuhan terjadi hanya karena komunikatornya tak mak mampu berkomunikasi dengan baik. Kata-kata baik, namun disampaikan dengan cara yang tidak baik, tentu akan terasa tidak baik pula.
•Allah memberi perhatian yang serius untuk berkomunikasi efektif: an-Nahl (16): 125,ادع…بالحكمة والموعظة الحسنة…هي احسن. إنّ ربك هوأعلم بمن ضلّ عن سبيله وهوأعلم بالمهتدين. setiap ajakan yang baik, hendaknya dilakukan dengan cara hikmah (perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang batil). Bahkan jika tersadi perselisihan, penyampaian pendapat/sanggahan harus tetep dengan cara yang baik (ahsan), tidak boleh menyalahkan orang lain secara membabi buta, sebab ayat ini mempertegas bahwa tiada yang paling tahu kesalahan dan kesesatan orang lain kecuali Allah SWT.
•Sikap merendahkan orang lain justru hanya akan menjadi benih ketidaksenangan; kadang juga memanggil dengan sebutan yang merendahkan, padahal belum tentu serendah itu, jika dengan alasan bercanda pun, termasuk bercanda yang tidak diridhoi Allah (al-Hujurat [49]: 11)
•يأيهاالذين أمنوا لايسخرقوم من قوم عسى أن يكونوا خيرا منهم ولانساء من نساء عسى أن يكنّ خير منهنّ, ولاتلمزوا أنفسكم ولاتنابزوا بالألقاب, بئس الاسم الفسوق بعد الإيمن,ومن لم يتب فأولئِك هم الظلمون
•Macam-macam Komunikasi Sosial
1. Komunikasi antarpribadi, kelompok, dan masa (pemanfaatan media cetak/elektronik)
2. Komunikasi Verbal dan Nonverbal
•Komunikasi Verbal; sering terjadi kendala komunikasi dengan siswa, maka kita perlu berhati-hati. Berikut tipsnya:

1. Lakukan:

Dorong anak untuk bercerita mengenai hal-hal yang dirasakan ada masalah.
Bicara kalem (slowdown) dengan kalimat-kalimat pendek.
Berikan waktu mereka memikirkan apa yang kita ucapkan.
Berikan pilihan-pilihan dari pada perintah.
Bertanyalah dengan 1 pertanyaan dalam 1 waktu.
Gunakan kalimat aktif daripada kalimat pasif.
•Lanjutan tips komunikasi verbal…

2. Jangan lakukan:

Berbicara terlalu panjang dan rumit (kompleks).
Memberikan pertanyaan ‘ya’ atau ‘tidak’, karena anak cenderung memilih ‘tidak’.
Bertanya dengan pertanyaan negatif, seperti “ Kamu gak suka belajar ya?”.
Bertanya dengan menggunakan pertanyaan ‘mengapa’ karena cenderung memposisikan anak bersalah
Mengkoreksi langsung kesalahan penggunaan tata bahasa anak
•Komunikasi Nonverbal
•Komunikasi sosial secara nonverbal adalah bentuk komunikasi yang memiliki sifat kurang beraturan sehingga terkesan lebih rumit.
•Ada kalanya kondisi sosial, demografi, pendidikan, dan lain-lain  yang melatarbelakangi seseorang sangat mempengaruhi bagaimana pemaknaan terhadap simbol-simbol non verbal diperoleh.
•Dianggap penting karena penyampaian pesan akan lebih terlihat natural  sesuai dengan bagaimana  perasaan dan emosi yang muncul menjadi penyerta sebuah komunikasi.
•Komunikasi nonverbal akan lebih mendukung seseorang dalam mendeteksi bagaimana kejujuran pembicara, perasaan emosional yang sedang  mengalir, dan lain-lain yang tidak mampu terekam oleh lisan dan tulisan, sehingga proses komunikasi dimungkinkan berlangusng lebih efektif dan efisien.
•Di samping berguna sebagai informasi pendukung, nonverbal juga dapat digunakan untuk mengatur percakapan, mengungkapkan perasaan yang sulit terucap, dan melengkapi pesan-pesan verbal.
•Bentuk: isyarat, simbol, warna, gesture, mimik muka, intonasi suara, dll.
Hambatan Komunikasi Sosial
•Ketidaksesuaian diksi/bahasa antara pembicara dengan pendengarnya.
•Suara bising atau kacau.
•Emosi yang membabi buta.
•Tidak mengerti keinginan dan arah pembicaraan.
•Perbedaan  kelas sosial para pendengarnya.
•Rangkuman
•Komunikasi sosial adalah jalinan proses penyampaian suatu informasi, ide dan perasaan kepada orang lain secara verbal ataupun non verbal agar memperoleh kebermaknaan sehingga orang lain memahami atau berubah sikap, perasaan dan perilakunya yang terjadi dalam sebuah masyarakat.
•Pentingnya komunikasi sosial adalah menyangkut (1) sebagai bagian dari proses membangun identitas diri, (2) sebagai sarana untuk saling berbagi konsep atau pikiran mengenai sebuah realitas yang sedang dihadapi bersama-sama, dan (3) komunikasi sosial dapat meringankan beban psikologis dari setiap masalah yang dihadapi.
•Sebuah komunikasi sosial dapat dikatakan efektif jika didalamnya mengikuti hukum komunikasi yang sering dijadikan sebagai prinsip komunikasi itu sendiri yaitu hukum REACH, yaitu respect, empathy, audible, care, dan humble.
•Hambatan komunikasi sosial sering terjadi disebabkan oleh perbedaan pilihan diksi, kebisingan situasi, ketidakmampuan menangkap arah pembicaraan, emosi yang tak terkendali dan perbedaan kelas sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s