Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Akhlaq

—Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Akhlak
—http://www.berryhs.com/2011/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_30.html
—
1.Insting/Naluri (al-gharizah); tabiat yang dibawa manusia sejak lahir, berfungsi sebagai motivator penggerak yang mendorong lahirnya tingkah laku, a.l.: naluri makan (nutrive instinct); naluri berjodoh (seksual instinct); naluri keibuan (peternal instinct) tabiat kecintaan orang tua kepada anaknya dan sebaliknya kecintaan anak kepada orang tuanya; naluri berjuang (combative instinct), yaitu tabiat manusia untuk mempertahankan diri dari gangguan dan tantangan; dan naluri bertuhan,  yaitu tabiat manusia mencari dan merindukan penciptanya.

2.  Adat/Kebiasaan; berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan

3. Wirotsah (keturunan); Sifat-sifat asasi anak merupakan pantulan sifat-sifat asasi orang tuanya

4.Milieu; lingkungan alam dan lingkungan pergaulan (ijtima’iyyah)

5. Nilai Islami (al-qiyam); akhlaq Islami: seperangkat tindakan/gaya hidup yang terpuji yang mrp refleksi nila-nilai Islam yang diyakini dengan motivasi semata-mata mencari keridhaan Allah SWT.

6.  al-khatirah (terlintas/terbersit—lintasan hati);terlintas, dilakukan, dicoba, terus menerus akhirnya terbiasa.

—
—Bagaimana menurut tiga aliran yaitu: Nativisme, Empirisme, dan Konvergensi?

1) Aliran Nativisme

—Menurut aliran ini faktor yang paling berpengaruh terhadap diri seseorang adalah faktor bawaan dari dalam yang bentuknya dapat berupa kecendrungan, bakat, dan akal. Jika seseorang telah memiliki bawaan kepada yang baik maka dengan sendirinya orang tersebut lebih baik.  Aliran ini begitu yakin terhadap potensi batin dan tampak kurang menghargai peranan pembinaan dan pendidikan.

2) Aliran Empirisme

—Menurut aliran ini faktor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seorang adalah faktor dari luar, yaitu lingkungan sosial; termasuk pembinaan dan pendidikan yang diberikan. Jika pendidikan dan pembinaan yang diberikan kepada anak itu baik, maka baiklah anak. Demikian jika sebaliknya.  Aliran ini begitu percaya kepada peranan yang dilakukan oleh dunia pendidikan dan pengajaran.

3) Aliran Konvergensi

—Menurut aliran ini faktor yang paling mempengaruhi pembentukan akhlak adalah faktor internal (pembawaan) dan faktor dari luar (lingkungan sosial). Fitrah dan kecendrungan ke arah yang lebih baik yang dibina secara intensif akan lebih kelihatan hasilnya.
—
—
—Aliran yang ketiga, yakni aliran konvergensi itu tampak sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini dapat dipahami dari ayat Q.S. al-Nahl : 78, والله أخرجكم من بطون أمهاتكم لاتعلمون شيأ وجعل لكم السمع والأبصر والأفئدة لعلكم تشعرون
—Ayat tersebut memberi petunjuk bahwa manusia memiliki potensi untuk dididik, yaitu penglihatan, pendengaran dan hati sanubari. Potensi tersebut harus disyukuri dengan cara mengisinya dengan ajaran dan pendidikan.
—

Teori konvergensi yang sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak anak  ada dua, yaitu faktor dari dalam, yaitu potensi fisik, intelektual dan hati yang dibawa anak sejak lahir dan faktor dari luar yaitu, kedua orang tua, guru di sekolah,dan tokoh-tokoh serta pemimpin di masyarakat.

—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s