Klasifikasi Jarimah

—Jarimah dan Jinayat
Secara etimologi sama; jinayat adalah semua perbuatan yang diharamkan, yang mempunyai konsekuensi membahayakan agama, jiwa, akal, kehormatan/keturunan, dan harta benda; sedangkan jarimah adalah perbuatan jelek, buruk, dosa. Keduanya sama-sama mencakup perbuatan ataupun tidak berbuat/aktif-pasif.keduanya bermaknasama: ditujukan bagi perbuatan yang berkonotasi negatif, salah atau dosa.
—Dalam penggunaannya berbeda; jinayat mempunyai arti lebih umum, yakni ditujukan bagi segala sesuatu yang ada sangkut pautnya dengan kejahatan manusia dan tidak ditujukan bagi satuan perbuatan dosa tertentu. Maka pembahasan fikih yang memuat masalah-masalah kejahatan, pelanggaran yang dikerjakan manusia, dan hukuman yang diancamkan disebut fikih jinayah, bukan fikih jarimah. Sedangkan jarimah identik dengan tindak pidana/pelanggaran/delik, sehingga kita memakai istilah jarimah pencurian, jarimah pembunuhan, dsb.
—
Pembagian Jarimah, dari segi:
1.Bobot (berat ringannya hukuman), ada 3
2.Niat; sengaja dan tidak sengaja
3.Waktu tertangkapnya; tertangkap basah dan tidak
4.Cara melakukan/pelaksanaannya; positif dan negatif
5.Obyek; perseorangan dan masyarakat
6.Tabiat/motifnya; biasa dan politik
—
Dari segi Bobot Hukuman
1.Jarimah Hudud
2.Jarimah Qishas-Diyat (ada 5 jenis: pembunuhan sengaja, menyerupai sengaja, dan karena kealpaan, penganiayaan sengaja, dan karena kealpaan)
3.Jarimah Ta’zir

Urgensi:

1.Pengampunan
2.Kompetensi hakim
3.Keadaan yang meringankan
4.Alat-alat pembuktian
—
Dari segi Niat Pelaku

1. Sengaja: jarimah yang dilakukan oleh seseorang dengan kesengajaan dan atas kehendaknya serta ia mengetahui bahwa perbuatan tersebut dilarang dan diancam dengan hukuman.

Unsurnya: 1.kesengajaan, 2. ada kehendak bebas dalam melakukannya, dan 3. mengetahui kalau perbuatan itu dilarang/kewajibannya. Jika salah satu unsur tidak ada, maka masuk jarimah tidak sengaja.

2. Tidak sengaja (karena kelalaian/kesengajaan): jarimah di mana pelaku tidak sengaja untuk melakukan perbuatan yang dilarang dan perbuatan tersebut terjadi sebagai akibat kelalaiannya (kesalahannya). Kesalahan/kekeliruan ada 2 macam:

a.Sengaja tapi tidak niat, ada dua bentuk: 1. kesalahan/keliru dalam perbuatan (خطاء في الفعل) seperti menembak hewan buruan, tapi pelurunya meleset mengenai orang ,dan 2. kesalahan dalam dugaan/tujuan (خطاء في القصد) seperti menembak orang yang disangka penjahat, ternyata orang biasa.
b.Tidak sengaja dan tidak niat sama sekali, jarimah terjadi karena kelalaian/ketidakhati-hatiannya. jarimah majra al-Khata (جريمة مجرى الخطاء), seperti tidur di samping bayi di barak pengungsian, menindihnya sampai mati.

Urgensinya:

1.Sengaja/tidak berdampak pada hukumannya. Tidak sengaja hukumannya lebih ringan
2.Jarimah sengaja, hukumannya tidak dijatuhkan jika unsur kesengajaannya tidak terbukti. Jika tidak sengaja, maka hukuman dijatuhkan karena kelalaian/ketidakhati-hatiannya semata-mata.
—Dari segi waktu tertangkapnya
1.Tertangkap basah (جرائم المتلبّس بها): jarimah di mana pelakunya tertangkap basah waktu melakukan perbuatan tersebut atau sesudahnya tetapi dalam masa yang dekat.
2.Tidak tertangkap basah (جرائم لاتلبس فيها)

Urgensi:

1.Pembuktian. Dalam hudud yang pembuktiannya dengan saksi, maka dalam jarimah tertangkap basah, para saksi harus menyaksikan sendiri terjadinya jarimah tersebut.
2.Amar makruf nahi munkar. Jarimah tertangkap basah, orang yang kepergok melakukan jarimah dapat dicegah dengan kekerasan agar tidak meneruskan tindakannya.
—
—Cara melakukan/Pelaksanaannya
1.Positif (جرائم ايجابية): jarimah terjadi karena melakukan perbuatan yang dilarang
2.Negatif (جرائم سلبيّة); jarimah terjadi karena meninggalkan perbuatan yang diperintahkan, seperti tidak mau menjadi saksi, enggan shalat dan zakat. Jarimah negatif ada dua macam, yaitu:
A.semata-mata/ommissionis (tidak menyebabkan timbulnya jarimah lain). Hukumannya ta’zir.
B.negatif tetapi menimbulkan positif/jarimah positif dengan jalan negatif (delik commissionis per ommissionem commissa). Seperti ibu yang tidak mau menyusui anaknya, sehingga mati kelaparan, atau orang yang menahan orang lain dengan tidak memberi makan dan minum sehingga mati. Hukumannya tidak ada kesepakatan.
ØMenahan sampai mati; Imam Malik, Syafi’I, dan Ahmad hukuman = pembunuhan sengaja, yi qishas apabila memang bermaksud membunuhnya; Abu Hanifah tidak termasuk pembunuhan sengaja karena matinya sebab lapar-haus, bukan penahanannya sedang lapar-haus tidak ada orang yang membuatnya. Namun Abu Yusuf dan asy-Syaibani serta para pengikut Abu Hanifah menyatakan bahwa penahanan tersebut termasuk pembunuhan sengaja karena pada umumnya manusia tidak akan dapat tahan hidup tanpa makan dan minum, dan menahan makanan-minuman pada saat terjadi lapar atau haus berarti membunuh.
—Obyeknya:
1.Perseoranganجرائم ضدّ الافراد): jarimah di mana hukuman bagi pelakunya dijatuhkan untuk melindungi hak perorangan/individu, walaupun sebenarnya apa yang menyinggung individu, juga berarti menyinggung masyarakat. Qisash, diyat, ta’zir apabila yang dirugikan perorangan, masuk kategori ini.
2.Masyarakat (جرائم ضدّالجماعة), yang menonjol hak masyarakat, walaupun ada hudud yang perorangan seperti pencurian dan qadhaf.
—Tabiat/motifnya; didasarkan atas kemaslahatan, keamanan, dan ketertiban masyarakat
1.Biasa (جرائم عادية); dilakukan tanpa mengaitkannya dengan tujuan politik.
2.Politik (جرائم سياسية): jarimah yang merupakan pelanggaran terhadap peraturan pemerintah atau pejabat-pejabat pemerintah tau terhadap garis-garis politik yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Untuk membedakannya adalah situasi dan kondisi sat terjadinya jarmah, kalau normal/keadaan biasa maka jarimah yang terjadi termasuk biasa apapun tujuan dan motifnya. Jarimah politik baru terjadi dalam keadaan luar biasa, yaitu dalam keadaan pemberontakan dan perang saudara.

—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s