Prasangka dan Konflik Sosial

Pengertian Prasangka Sosial

•Menurut Kartono: prasangka merupakan penilaian yang tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifatnya berat sebelah dan dibarengitindakan yang menyederhanakan suatu realitas.
•Menurut Haire, prasangka sosial: perasaan negatif terhadap seseorang semata-mata berdasar pada keanggotaan mereka dalam kelompok tertentu.
•Menurut Allport: Suatu sikap yang menbenci kelompok lain tanpa adanya alasan yang obyektif, yg terjadi karena tidak memahami kelompok lain dengan baik.
•Menurut Sears: Prasangka didasarkan pada fakta minim yang diinterpretasi secara subjektif, jadi melibatkan penilaian apriori karena memperlakukan objek tidak berdasarkan karakteristik unik/khusus individu, tapi melekatkan karakteristik kelompoknya yang menonjol.
Pandangan Islam tentang Prasangka Sosial

Q.S. YUNUS, AYAT  36:

“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan

Faktor-faktor YANG MEMPENGARUHI PRASANGKA SOSIAL

•Pengaruh Kepribadian
•Pendidikan dan Status
•Pengaruh pendidikan anak oleh orang tua
•Pengaruh kelompok
•Pengaruh politik dan ekonomi
•Pengaruh komunikasi
•Pengaruh hubungan sosial
ž
Keterangan:
žKepribadian otoriter mengarahkan seseorang membentuk suatu konsep prasangka sosial, karena ada kecenderungan orang tsb selalu merasa curiga, berfikir dogmatis dan berpola pada diri sendiri.
žSemakin tinggi pendidikan dan status seseorang, akan mempengaruhi cara berfikirnya dan akan meredusir prasangka sosial
žJadi sebab prasangka sosial adalah adanya perasaan berbeda dengan orang/kelompok lain; adanya proses belajar; adanya perasaan membenci antarindividu/kelompok.
Bagaimana Cara mengelola prasangka sosial?

Cara yang paling efektif dan kolektif dalam mengelola prasangka sosial adalah dengan cara pendidikan multikultural. Karena pendidikan ini mencakup berbagai budaya, sehingga antara yang satu dengan yang lain tidak ada rasa curiga dan prasangka dan akhirnya terciptalah suatu masyarakat yang tentram dan sejahtera.

PENGERTIAN KONFLIK SOSIAL

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

•Pareek berpendapat, Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami.
•Dale Ernest mengatakan: konflik adalah kekuasaan yang kreatif dari sejarah manusia
•KESIMPULAN :
Jadi konflik adalah proses atau keadaan dimana dua atau lebih dari pihak-pihak itu melakukan persaingan, pertentangan, perselisihan dan perseteruan dengan berusaha menggagalkan tujuan masing-masing pihak dan hal ini merupakan “kekuasaan yang kreatif dari sejarah manusia”
žFAKTOR PENYEBAB KONFLIK SOSIAL

•Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
•Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
•Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
•Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Cara Mengelola Konflik

•Avoiding
•Competing
•Accomodating
•Collaborating
•Compromising

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s