Membangun Karakter Muslim-Muslimah Indonesia Inklusif-Pluralisme

žMateri pokok
žPengertian inklusif-pluralisme agama
žKonsep inklusif-pluralis agama dalam Islam
žPeran pendidikan agama dala, menyiapkan generasi Islam inklusif-pluralis
žUpaya menjadi muslim-muslimah inklusif-pluralis
ž

žKASUS BOM BALI
žBom Bali 2002 (disebut juga Bom Bali I)adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002.
žDua ledakan pertama terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan.
žRangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005.
žTercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut. Peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.
žžPeristiwa ini memicu banyak dugaan dan prasangka negatif yang ditujukan kepada lembaga pesantren maupun lembaga pendidikan Islam lainnya, disebabkan banyak masyarakat yang menggeneralisasi lembaga keagamaan dan mencurigai bahwa terjadi pencucian otak di dalam pesantren, walaupun belum ada bukti signifikan yang ditemukan atas isu tersebut.(http://id.wikipedia.org/wiki/Bom_Bali_2002)
ž
Pembakaran gereja
žPembakaran Gereja di Temanggung terjadi pada Selasa (8/2/2011). Dalam insiden ini sebanyak tiga Gereja dirusak. Dua di antaranya hangus terbakar. Menurut informasi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Ketut Untung Yoga yang dikutip dari situs Rakyat Merdeka, menyebutkan bahwa pembakaran itu dipicu oleh oknum masyarakat dari Duren Samit Jakarta Timur, Antonius Richmond Bawengan. (http://www.google.co.id/search?q=pembakaran+gereja)
ž
Pembakaran masjid

Sebuah Mesjid yang terletak di wilayah Sumatera Utara dibakar habis oleh orang tidak dikenal. Mesjid Syeikh Ali Martaib yang terletak di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Tapanuli Utara dibakar pada akhir Juli 2010 lalu. Menurut laporan, mesjid ini telah tiga kali dibakar secara sengaja. Masjid berusia ratusan tahun tersebut dibakar pertama kali pada tahun 1986, saat itu Mesjid masih bernama Mesjid Fii Sabilillah, dibakar sleuruh karpet dan sajadah yang berada di dalamnya. Di tahun 2009 kembali terjadi pembakaran, yaitu pembakaran mushaf-mushaf Al-Qur’an dan buku-buku keagamaan hingga mengenai Mihrab mesjid. Lalu terakhir pada 27 Juli 2010 lalu, Mesjid ini dibakar sekitar pukul 5.00 pagi ba’da Shubuh oleh orang tak dikenal (http://arrahmah.com/read/2010/08/21/8843-pembakaran-mesjid-terjadi-di-sumatera-utara-luput-dari-perhatian-media-nasi.html)

žPenyerangan dan pembakaran pesantren
žAda hal yang menarik pasca peristiwa penyerangan Pesantren Syi’ah di Sampang, Madura Kamis (29/12/2011) yang lalu. Yaitu pendapat pucuk pimpinan dua ormas utama kelompok Sunni dan Syi’ah di Indonesia, keduanya sama-sama berpendapat ada aktor intelektual di balik peristiwa tersebut, yang bermaksud mengadu domba pengikut Sunni dan Syi’ah. Hal itu sama-sama diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Agil Siraj, dan juga oleh Ketua Dewan Syura Ikatan Jama’ah Ahlulbait Indonesia (IJABI), organisasi yang mengayomi penganut madzhab Syi’ah di Indonesia, Jalaluddin Rakhmat.
žMenanggapi kejadian itu, KH Said Agil Siraj menduga bahwa ada skenario besar di balik aksi penyerangan terhadap pesantren penganut Syiah tersebut. Menurut Kiyai Said, mustahil peristiwa tersebut terjadi tanpa ada pihak yang sengaja membuatnya. Karena kerukunan hidup beragama antara warga Sunni dan Syi’ah di daerah itu sebelumnya baik-baik saja.

Tindakan penyerangan dan pembakaran pesantren Syiah itu diduga kuat dilakukan oleh sekelompok orang yang sudah diprovokasi oleh pihak tertentu dengan tujuan merusak kondisi damai tersebut. “Ini pasti ada big design-nya. Ada pihak-pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia,” ujar Kiyai Said di Jakarta, pada hari Sabtu (31/12/2011).(http://www.tempo.co/read/news/)

žžžUraian materi
žPengertian inklusif-pluralisme agama
žInklusif-Ekslusif berasal dari Bahasa Inggris “inclusive” yang artinya “termasuk di dalamnya”
žIslam inklusif atau Islam rasionalis merupakan sekelompok orang yang menganut pandangan bahwa semua agama-agama yang ada memiliki kebenaran dan memberikan manfaat atas keselamatan bagi para penganutnya
žPluralisme agama berasal dari dua kata, “pluralisme” dan “agama”
žPluralism berasal dari kata’pliral’ yang berarti lebih dari satu atau banyak dan berkenaan dengan keanekaragaman.
žžžPluralisme adalah paham atau sikap terhadap kemajemukan, baik dalam konteks sosial, budaya, politik maupun agama.
žKata ‘agama” dalam agama Islam diistilahkan dengan ‘din’ yang secara bahasa berarti tunduk, patuh, taat, jalan.
žPluralisme agama adalah kondisi hidup bersama antarpenganut agama yang berbeda-beda dalam satu komunitas dengan tetap mempertahankan ciri-ciri spesifik ajaran masing-masing
ž
žInklusif-pluralisme agama adalah sikap terbuka dalam beragama dan mengakui adanya lebih dari satu agama yang mempunyai eksistensi hidup berdampingan, saling bekerja sama dan saling berinteraksi antarpenganut agama, setiap penganut agama dituntut bukan saja mengakui keberadaan dan menghormati hak agama lain, tetapi juga terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan guna tercapainya kerukunan dalam keragaman.
žDalam prespektif sosiologi agama, secara terminologi, inklusif-pluralisme agama adalah suatu sikap mengakui dan menerima kenyataan kemajemukan sebagai yang bernilai positif dan merupakan ketentuan dan rahmat Tuhan kepada manusia
ž
žžSikap terbuka akan berdampak pada relasi sosial yang bersifat sehat dan harmonis antarsesama warga masyarakat. Konsep inklusif-pluralis yang dilandasi toleransi ini tidak berarti bahwa semua agama dipandang sama. Sikap toleran hanyalah suatu sikap penghormatan akan kebebasan dan hak setiap orang untuk beragama. Perbedaan agama tidak boleh menjadi penghalang untuk saling menghormati, menghargai, dan bekerjasama.
ž
Konsep inklusif-pluralis agama dalam Islam
žKonsep inklusif-pluralisme agama sejak awal sudah ada dalam agama Islam. Ia merupakan bagian prinsip dasar dari agama Islam itu sendiri. Agama Islam yang bervisi rahmatan lil-’alamin memandang inklusif-pluralisme atau keragaman dalam beragama merupakan rahmat dari Allah, yang harus diterima oleh semua umat manusia, karena pluralisme adalah bagian dari otoritas Allah (sunnatullah) yang tidak dapat dibantah oleh manusia.
žTeologi inklusif yang dikandung dalam ajaran Islam menganut prinsip-prinsip moderat.
žPenegakkan kebenaran seharusnya dilakukan dengan jalan kebenaran, bukan kekerasan.
žSikap menghormati agama lain merupakan perwujudan dari sikap moderat
žTeologi Islam yang inklusif adalah rahmatan lil ‘alamin
žžIslam adalah agama universal yang menjunjung tinggi aspek-aspek kemanusiaan, persamaan hak dan mengakui pluralisme agama
žPluralisme agama menurut Islam adalah sebuah aturan Tuhan (sunnatullah) yang tidak akan berubah, tidak mungkin dilawan atau diingkari
žNabi Muhammad diutus dengan misi universal rahmatallila’alamin
žžžIslam melarang untuk merendahkan agama lain
žAgama Islam tidak mempersoalkan mengenai asal ras, etnis, suku, agama dan bangsa.
žAgama Islam adalah agama damai yang sangat menghargai, toleran, dan membuka diri terhadap pluralisme agama.
ž
Landasan Pluralisme  agama
žSurat al-Kafirun ayat 6:

لكم دينكم ولى دين

žSurat  Hud ayat 118:
ž

ولو شاء ربك لجعل الناس أمة واحدة ولا يزالون مختلفين

žSurat al-Baqarah ayat 256:

لااكراه فى الدين

žTujuan pendidikan:

•Pandangan Hidup
•Sikap Hidup
•Keterampilan Hidup
žPeran pendidikan

1. Proses pembudayaan/ enculturation

2. Simbol peradaban
3. Mewariskan nilai
ž
PERAN PAI DALAM MENYIAPKAN GENERASI ISLAM INKLUSIF-PLURALIS
1. žPAI memiliki kewajiban untuk melestarikan, dan menanamkan nilai-nilai ajaran Islam serta menanamkan karakter budaya nasional Indonesia dan budaya global.
ž2. Mencetak generasi bangsa yang memiliki sikap-sikap pluralisme.
ž3. Sebagai alat kontrol manusia dalam berperilaku keseharian.
ž4. Menghapus sikap primordialisme dan eksklusifisme kelompok agama  dan budaya
ž
žžBAGAIMANA pendidikan Agama Islam dikembangkan dalam konteks pluralitas agama & keragaman budaya???
ž1. Pendidikan Agama Islam (PAI) bukan sekedar pengajaran agama
ž2. Parameter keberhasilan PAI tidak dapat diukur dari segi kognitif yang dinyatakan dengan angka
ž3. PAI ditekankan pada penanaman nilai-nilai keagamaan yang terwujud dalam perilaku keseharian
ž4. PAI diselenggarakan dengan tujuan bukan hanya melatih pikiran, melainkan melatih seluruh wujud pribadi peserta didik.
žžž5. PAI harus mengembangkan sikap pluralisme pada peserta didik
ž6. PAI harus menampilkan ajaran-ajaran Islam yang toleran melalui kurikulum pendidikannya.
ž7. PAI didesain dengan berbasis multikultur dan inklusif
ž
žUpaya menjadi muslim-muslimah inklusif-pluralis
ž1. Adanya kesadaran Islam yang sehat; akan mampu melihat dengan jernih sisi kebenaran yang terdapat dalam agama lain karena semua agama mempunyai nilai-nilai kebenaran yang bersifat universal; tidak fanatik yang berlebihan; selalu membuka diri dengan orang lain walaupun berbeda agama.
2. Amar ma’ruf nahi mungkar; memberi peluang bagi tumbuhnya kebebasan berfikir dan mendorong terwujudnya kondisi demokratis. Jika amar ma’ruf nahi munkar tidak berjalan, maka akan sangat mungkin tumbuhnya kemungkaran yang tidak terhitung, tanpa ada yang berani mengkritik dan reformasi sosial. Kondisi ini akan melahirkan sikap anti pluralisme. Sayangnya konsep amar ma’ruf nahi munkar sering dipahami secara keliru dan bahkan melawan pluralisme dengan tindakan kekerasan. Ini jika amar maruf nahi munkar berada di tangan orang-orang totaliter yang memeliki jargon “satu kata” hanya mereka yang benar sedangkan orang lain salah. Padahal Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan (sebaliknya dengan hikmah—arif bijaksana–,uswatun hasanah, mau’idhah hasanah). Agama seharusnya dapat mendorong umatnya untuk menegakkan perdamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia, bukan sebaliknya dijadikan tameng untuk mengeksekusi penganut agama lain. Inilah penistaan agama.
ž3. Dialog antarumat beragama. Salah satu faktor penyebab terjadinya konflik keagamaan adalah adanya paradigma keberagamaan masyarakat yang masih eksklusif (tertutup), ini dapat membentuk pribadi yang antipati terhadap pemeluk agama lainnya. Dengan dialog akan memperkaya wawasan kedua belah pihak dalam rangka mencari persamaan-persamaan yang dapat dijadikan landasan hidup rukun dalam suatu masyarakat, yaitu toleransi dan pluralisme.
ž
žLATIHAN
vApa yang dimaksud dengan inklusif-pluralisme agama?
vJelaskan konsep Islam tentang inklusif-pluralisme dalam beragama!
vBagaimana peran pendidikan agama dalam mempersiapkan generasi Islam yang inklusif-pluralis dan rahmatan lil ‘alamin
vApa upaya-upaya anda sebagai guru agama dalam menjadikan diri sebagai seorang muslim-muslimah yang inklusif-pluralis dan menjadikan peserta didik menjadi inklusif dan pluralis dalam beragama?
ž
ž

PERAN LINGKUNGAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK (Keluarga, Lembaga Pendidikan dan Masyarakat)

KELUARGA

“a family as a two or more person living together and related by blood, marriage or adoption”.

(Keluarga adalah kehidupan dari dua orang atau lebih yang diikat hubungan darah, perkawinan atau adopsi)

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang PERTAMA dan UTAMA

PERTAMA

Dikatakan pertama karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan.

UTAMA

Dikatakan utama karena sebagian besar dari kehidupan anak berada di dalam keluarga  sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga.

Ayat dan Hadits Rasulullah SAW:

Q.S. an-Nahl (16): 78,

والله أخرجكم من بطون أمّهاتكم لاتعلمون شيأ وجعل لكم السمع و الأبصار والأفئدة لعلكم تشكرون

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Allah memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

مامن مولودإلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أوينصرانه أويمجسانه… (رواه مسلم)

Artinya: tiadalah seorang yang dilahirkan melainkan menurut fitrahnya, maka akibat kedua orang tuanyalah yang meyahudikannya atau menasranikannya atau memajusikannya.

Fungsi Keluarga bagi Perkembangan Anak

1. Fungsi Biologis

2. Fungsi Ekonomis

3. Fungsi Pendidikan (Edukatif)

4. Fungsi Sosialisasi (keluarga miniatur masyarakat)

5. Fungsi Perlindungan

6. Fungsi Rekreatif (maka jadikanlah keluarga sebagi lingkungan yang memberikan kenyamanan, keceriaan, kehangatan dan penuh semangat bagi anggotanya)

7. Fungsi Agama (Religius)

Pola pendidikan keluarga dalam perspektif
Al-Qur’an, surat Luqman ayat 17

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُور.

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

Lembaga Pendidikan dan Pembentukan Karakter Anak

-Lembaga pendidikan (formal dan non formal) sebagai bagian dari sistem sosial yang sangat mempengaruhi perkembangan karakter anak.
-Rata-rata sepertiga waktu anak dalam sehari dihabiskan di lembaga pendidikan, sehingga  turut mewarnai perkembangan karakter dan kepribadian seorang anak
-Sebagai upaya sadar dalam membentuk dan mengembangkan karakter anak, lembaga pendidikan bertanggung jawab merumuskan kurikulum sebagai kerangka sistem pembelajaran.

PERAN DAN FUNGSI LEMBAGA PENDIDIKAN BAGI PERKEMBANGAN ANAK:

—1. Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan
—2. Spesialisasi (masyarakat semakin maju, bertambah diferensiasi sosial)
3. —Efisiensi (kesibukan & ketidakmampuan orang tua)
—4. Sosialisasi;
—5. Konservasi dan transmisi kultural (memelihara dan menyampaikan warisan budaya)
—6. Transisi dari rumah ke masyarakat

PERAN Masyarakat dalam Membentuk Karakter Anak

1.Selain lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan, perkembangan kepribadian anak juga dipengaruhi oleh masyarakat
2.Masyarakat merupakan sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
3.Keberadaan masyarakat yang menghargai ajaran Islam, turut memberikan kontribusi bagi anak dalam memahami makna hidup, mempraktekkan ajaran Islam, rajin beramal, cinta damai, suka menyambung ukhuwah islamiyah.
4.Jika nilai-nilai Islam melekat pada budaya masyarakat, tentunya secara tidak langsung akan dapat mendorong pembentukan karakter Islami pada diri seorang anak.

Peran Masyarakat dalam Pembentukan Karakter Anak dapat Diklasifikasikan dalam Dua Hal:

a. Peran melalui keberadaan masyarakat yang berjalan secara alamiah dan terbuka

b. Peran masyarakat yang terlembagakan dalam organisasi-organisasi sosial

Terima Kasih

Kepercayaan Sosial

KEPERCAYAAN SOSIAL

PENGERTIAN

Kepercayaan sosial adalah harapan yang tumbuh di dalam sebuah masyarakat yang ditunjukkan oleh adanya perilaku jujur, teratur, dan kerjasama berdasarkan norma-norma yang dianut bersama-sama anggota masyarakat.

ELEMEN DASAR KEPERCAYAAN SOSIAL

Ada 3 elemen dasar, yaitu:

1.adanya kepercayaan (saling percaya)

2. sistem nilai/norma,

3. hubungan kerja sama.

Ketiga elemen tersebut merupakan bagian dari modal sosial (social capital) yang berperan kuat dalam mendorong kesejahteraan sosial.

Adapun Elemen utama dari modal sosial adalah:

norms, reciprocity, trust, dan network. Keempat elemen tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku kerjasama untuk mencapai hasil yang diinginkan yang mampu mengakomodasi kepentingan individu maupun kelompok yang melakukan kerjasama secara kolektif.

Mempercayai Orang Lain
Memiliki Makna:

1. Anda percaya pada apa yang dikatakan orang (tidak berarti menerima semua informasi tanpa sikap kritis. Mendengar dan menyimak artinya mencari tahu kebenaran informasi yang kita terima; menguji informasi bukan pratanda tidak percaya/curiga pada orang lain)

2. Anda dapat mengandalkan orang tersebut (tidak ragu dalam membagi dan mendelegasikan tugas)

3. Anda berani terbuka kepada orang tersebut

Pribadi yang dapat dipercaya, adalah pribadi yang:

•Berbicara jujur
•Menjaga dan menyimpan rahasia
•Melaksanakan tanggungjawab dengan baik (membuktikan diri bisa diandalkan)
•Berani menanggung resiko
•Memiliki disiplin diri
•Memiliki watak yang baik

Peran Kepercayaan dalam Interaksi Sosial dan Kepercayaan Sosial

tanpa adanya rasa saling percaya (kepercayaan) maka hubungan kerja sama sosial, saling membantu dan tolong menolong akan terhambat bahkan tidak terjadi.

Gotong royong = manifestasi kepercayaan sosial

memiliki aturan main yang disepakati bersama (norm)

menghargai prinsip timbal-balik di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dan dalam waktu tertentu akan menerima kompensasi/reward (reciprocity),

adanya saling kepercayaan antarpelaku bahwa masing-masing akan mematuhi semua bentuk aturan main yang telah disepakati (trust),

kegiatan kerjasama tersebut diikat kuat oleh hubungan-hubungan spesifik  (kekerabatan, pertetanggaan, pertemanan, dan hubungan kesamaan yang lainnya) sehingga semakin menguatkan jaringan kerja sama antarpelaku (network).

Saling Percaya???

Apa tanda-tanda anda dipercaya?

Bagaimana agar anda menjadi pribadi yang dipercaya?

Untuk memelihara berlangsungnya kepercayaan sosial diperlukan adanya kepribadian yang dapat dipercaya  dan memiliki konsep diri yang positif

Cara membangun konsep diri positif dan dapat dipercaya oleh masyarakat

•Memberikan kontribusi sosial secara konsisten
•Selalu menjaga dan menjunjung sistem ajaran agama, nilai bersama, dan aturan yang disepakati
•Melaksanakan interaksi dan hubungan kerja sama  dengan masyarakat secara tulus ikhlas tanpa membedakan strata sosial
•Husnudhon/Berprasangka baik dan menaruh kepercayaan pada semua anggota masyarakat
•Melaksanakan tugas dan kewajiban sosial dengan optimal berdasarkan kompetensi dan kapabilitas yang tinggi
•Membuka diri dan memperluas daerah publik
•Menjaga kesatuan antara perkataan dan perbuatan
•Bersikap tawadlu’, amanah, dan rahmah
•Tidak mementingkan diri sendiri atau kelompoknya (ananiyah)
•Menjaga citra diri positif dengan menghindari perbuatan dan sikap negatif, tidak ghibah, dan namimah.

KEPEDULIAN SOSIAL

PENGERTIAN
Kepedulian sosial adalah perasaan bertanggung jawab atas kesulitan yang dihadapi oleh orang lain di mana seseorang terdorong untuk melakukan sesuatu untuk mengatasinya.
“Kepedulian Sosial” dalam kehidupan bermasyarakat lebih kental diartikan sebagai perilaku baik seseorang terhadap orang lain di sekitarnya.
Kepedulian sosial dimulai dari kemauan “MEMBERI” bukan “MENERIMA”
Bagaimana ajaran Nabi Muhammad untuk mengasihi yang  KECIL dan Menghormati yang BESAR; orang-orang kelompok ‘besar’ hendaknya mengasihi dan menyayangi orang-orang kelompok ‘kecil’, sebaliknya orang ‘kecil’ agar mampu memposisikan diri, menghormati, dan memberikan hak kelompok ‘besar’.
•Rasul bersabda:
• لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ شَرَفَ كَبِيرِنَا
•”Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi orang muda di antara kami, dan tidak mengetahui kemuliaan orang-orang yang tua di antara kami” (HR. At-Tirmidzy dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany )
•لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَناَ
•”Bukan termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi orang muda di antara kami dan tidak menghormati orang yang tua” (HR. At-Tirmidzy, dishahihkan Syeikh Al-Albany).
Bagaimana Cara Pembentukan Sikap dan Prilaku Kepedulian Sosial?

Sikap dan perilaku kepedulian sosial bukan pembawaan, tetapi dapat dibentuk melalui pengalaman dan proses belajar; dapat dilakukan melalui 3 model:

1.Mengamati dan Meniru perilaku peduli sosial orang-orang yang diidolakan (mengacu pada teori social learningnya Bandura)

2. Melalui proses pemerolehan Informasi Verbal tentang kondisi dan keadaan sosial orang yang lemah sehingga dapat diperoleh pemahaman dan pengetahuan tentang apa yang menimpa dan dirasakan oleh mereka dan bagaimana ia harus bersikap dan berperilaku peduli kepada orang lemah (mengacu pada teori kognitif Bruner)

3. Melalui penerimaan Penguat/Reinforcement berupa konsekuensi logis yang akan diterima seseorang setelah melakukan kepedulian sosial (mengacu pada teori operant conditioning nya Skinner (konsekuensi mempengaruhi perilaku)

Model I
•Imitating dan modeling.
•Peran penting tokoh idola (model)
•Adanya pertimbangan konsekuensi yang diterima (teori reinforcement)
•Ayat-ayat al-Qur’an tentang sejarah para tokoh besar
•Metode cerita, sosiodrama, bermain peran, teladan guru, dkk
Model II
•Teori kognitif: seseorang akan memberikan respons kepada lingkungan eksternalnya berdasarkan atas pemahaman kognisi seseorang terhadap lingkungan atau obyek tersebut.
•Pentingnya peran pemahaman dalam mempengaruhi prilaku
• Melalui tahap informasi, transformasi (mengubah informasi), dan evaluasi (penilaian untuk digunakan) dengan indra sam’a, abshar, dan af’idah
•Ilmu dan Amal
•Metode analisis nilai, dan pembelajaran kognitif –afektif.
Model III (menerima penguatan/reinforcement)
•Konsekuensi mempengaruhi perilaku berarti seseorang melakukan sesuatu karena mereka mengetahui ada hal lain yang akan mengikutinya sebagai konsekuensi dari perilaku mereka.
•Konsep tsawab, ujrah.
•Konsep reward dan punishment
•Pemberian punishment dapat cepat diketahui hasilnya, namun dalam jangka panjang akan mengakibatkan beberapa masalah pada seseorang yang terkena perlakuan ini, seperti sikap apatis, takut pada pengawas, sikap mutar-mutar, melakukan sesuatu hanya untuk memenuhi aturan, belajar agar terhindar dari hukuman, agresif dan emosional. Sebaliknya reinforcement positif (diberikannya sesuatu yang menyenangkan) berfungsi lebih efektif dalam membentuk perilaku seseorang dibandingkan punishment, meskipun hasilnya tidak bisa dilihat dengan cepat.
•Teori reinforcement merupakan teori fungsi (semua komponennya ditentukan oleh fungsinya—bagaimana hal tsb bekerja—bukan ditentukan oleh strukturnya—bagaimana bentuknya), sebagai teori fungsi, reinforcement akan bekerja dengan baik jika sesuai dan memenuhi kebutuhan dan karakter seseorang yang diberi reinforcement. Suatu reinforcement yang sama bentuknya akan berbeda fungsi dan keefektifannya jika diberikan kepada individu yang berbeda.
Rambu-Rambu Reinforcement (konsekuensi) dalam Pembentukan Perilaku

Efektifitas reinforcement ditentukan oleh faktor:

1.Kesesuaian dengan kebutuhan.
2.Kesegeraan pemberian dan dirasakan.
3.Keastian atau keajegan.
4.Ukuran (kuantitas dan kualitas).
Pranata dan Proses Pembentukan Kepedulian Sosial dalam Islam
•Tebar Salam (afsussalam); membuka pintu informasi dan substansinya menciptakan kedamaian dan kesejahteraan sosial.
•Silaturrahmi; memungkinkan tersambungnya keberlanjutan interaksi yang terputus, lebih mampu memaafkan dan memahami orang lain, verifikasi dan update informasi sehingga semakin peduli.
•Shalat berjamaah; mengkondisikan terjadinya interaksi sosial secara rutin.
•Merawat jenazah; interaksi langsung kepada si ‘kecil’ (mayat yang sudah tidak punya daya apapun)
•Puasa
•Zakat dan Shadaqah

PERGAULAN DAN PERSAHABATAN

MAKNA PERGAULAN DAN PERSAHABATAN
PERGAULAN
•bahwa dalam batin manusia merasa adanya kebutuhan untuk mencari hubungan pribadi dengan orang lain, sedemikian rupa sehingga ia merasa kurang lengkap, kalau ia tinggal sendirian saja. Setiap manusia adalah individu. Sebagai individu ia merasa sepi, sekaligus ia menjadi sadar akan keinginan untuk mengatasi kesepian itu. Bersama dengan orang lain ke-diri-sendirian manusia individu dipenuhi, disempurnakan dan dipuaskan dalam pergaulan.
PERSAHABATAN
•Pergaulan yang intensif akan berkembang menjadi hubungan persahabatan. Seorang sahabat adalah mitra untuk mengerjakan sesuatu dan menghabiskan waktu bersama-sama, juga tempat berpaling di saat kita membutuhkan bantuan dan kepada siapa kita ingin berbagi beban dan kesuksesan.

Pandangan Islam dijelaskan dalam al-Hujurat ayat 13, yang artinya:

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa”

MEMBANGUN HUBUNGAN PERGAULAN DAN PERSAHABATAN
•Saling menghormati dan menghargai (dasar dan syarat minimal)
•Keterbukaan dan kejujuran
•Koreksi diri dalam pergaulan dan persahabatan
—
Saling menghormati dan menghargai
—Penghormatan dan penghargaan ditandai dengan sikap pengakuan bahwa ada orang lain yang perlu bahkan harus diperhatikan. Bagaimana mungkin suatu pergaulan dan persahabatan akan terjalin kalau kita tidak pernah mempertimbangkan orang lain dalam keputusan kita? Imperatif etis dari pernyataan tersebut adalah: Saya memasukkan orang lain dalam pertimbangan saya sebelum melakukan tindakan yang mengenai/mempengaruhi orang lain, baik secara langsung/tidak. Contohnya, sebelum saya merokok saya harus mempertimbangkan kesehatan orang lain di sekitar saya; sebelum saya menyampaikan sesuatu saya harus mempertimbangkan situasi, reaksi, dan persepsi orang lain; dsb.
—
Mengapa harus menghormati?, setidaknya ada dua alasan:
1.Menghormati dan menghargai merupakan tuntutan yang khas pada manusia. Imperatif etisnya: Saya akan merendahkan diri saya sendiri sebagai manusia kalau saya tidak menghormati dan menghargai orang lain.
2.Manusia pantas dihargai. Dasar dari kepantasan ini terletak pada nilai ontologis manusia sendiri yakni bahwa manusia bernilai pada dirinya sendiri; tidak ditentukan oleh kebaikan/tidaknya; semata-mata karena manusia.
—Keterbukaan dan kejujuran
—Keterbukaan mengandung dua dimensi, yakni:
1.terbuka kepada yang lain (bersifat aktif); aktif hadir dalam kehidupan orang lain sebagai sahabat, saudara, teman/apa saja yang membuat kita tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang utuh.
2.terbuka bagi yang lain; kesediaan kita untuk membiarkan orang lain hadir dalam kehidupan kita
—Kejujuran: suatu sikap yang dilakukan dengan sadar untuk menyatakan apa yang sebenarnya kepada orang lain. Ditandai dengan tidak mengeksploitasi orang lain untuk kepentingan diri sendiri.
—Koreksi Diri Terus Menerus
—Apakah Anda:
1.Bersikap sombong, timbul karena bangga diri yang berlebihan karena prestasi, status sosial, kecantikan, materi dls.
2.Suka marah, tidak bisa mengendalikan emosi serta tidak mampu mengontrol pikiran, sering bertindak gegabah
3.Terlalu cerewet/bawel, suka meributkan hal-hal tertentu yang sebenarnya tidak perlu
4.Bersifat egois; segala sesuatu dipusatkan pada dirinya dan tidak menyadari perlunya toleransi tinggi dalam membangun persahabatan
5.Suka membantah pembicaraan teman dan menampilkan dirinya selalu lebih tahu banyak dari orang lain
6.Cenderung ingkar janji
7.Mengembangkan rasa iri dengan teman
8.Agak cepat tersinggung, suatu pertanda kekurangmatangan pribadi dalam mengikuti dinamika pergaulan.
SIKAP YANG MEMPENGARUHI TERCIPTANYA HUBUNGAN PERGAULAN DAN PERSAHABATAN YANG BAIK
•Sesuaikan diri anda dengan keadaan, akan tetapi janganlah sekali-kali sampai kehilangan kepribadian
•percaya diri dan percaya terhadap orang-orang yang bekerjasama dengan anda, tetapi tidak mengabaikan kontrol
•Berkata terus terang dalam suatu keadaan tetapi tidak kasar atau berlaku tidak sopan
•Berlaku ramah dan mau menerima satu sama lain secara tulus
•Rela berkorban: waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi
•Tunjukan rasa hormat seperti yang anda ingin dapatkan dari teman atau sahabat.
•Biasakanlah memuji orang lain yang berprestasi dan bergembiralah dengan prestasi yang dicapai oleh teman
•Jadilah orang yang dapat dipercaya di antara teman-teman
•Berilah bantuan pada setiap kesempatan untuk menunjukan simpati serta pengertian anda kepada teman
•Cepatlah minta maaf bila sudah bersalah dan mau memaafkan kesalahan teman. Janganlah menonjolkan diri atau ingin mendapat penghormatan yang berlebihan, walaupun anda telah berjasa besar
•Cobalah memperhatikan dan belajar dari orang-orang yang sukses dalam pergaulan dan persahabatan
Seksualitas dan Persahabatan
Seksualitas
•(dari kata lain secare = memotong, memisahkan) mempunyai dimensi afektif sangat mendalam, yang sangat berlainan dari segi fisik-genital semata.
• Seksualitas adalah suatu “cara berada” kita, cara kita memahami dan menghayati diri sendiri dalam hubungannya dengan sesama dan dunia. Bagaimana kita hidup dan bertindak, berpikir dan berencana, bekerja dan berbicara, bercita-cita dan berjuang, bertahan hidup dan mengambil keputusan, dan sebagainya, semuanya diwarnai dan ditentukan oleh seksualitas kita.
—Jadi seksualitas jangan hanya dipandang sebagai urusan seks/alat kelamin, juga salah total jika ada yang mengatakan “tidak gaul jika tidak berhubungan seks”.

Prasangka dan Konflik Sosial

Pengertian Prasangka Sosial

•Menurut Kartono: prasangka merupakan penilaian yang tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifatnya berat sebelah dan dibarengitindakan yang menyederhanakan suatu realitas.
•Menurut Haire, prasangka sosial: perasaan negatif terhadap seseorang semata-mata berdasar pada keanggotaan mereka dalam kelompok tertentu.
•Menurut Allport: Suatu sikap yang menbenci kelompok lain tanpa adanya alasan yang obyektif, yg terjadi karena tidak memahami kelompok lain dengan baik.
•Menurut Sears: Prasangka didasarkan pada fakta minim yang diinterpretasi secara subjektif, jadi melibatkan penilaian apriori karena memperlakukan objek tidak berdasarkan karakteristik unik/khusus individu, tapi melekatkan karakteristik kelompoknya yang menonjol.
Pandangan Islam tentang Prasangka Sosial

Q.S. YUNUS, AYAT  36:

“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan

Faktor-faktor YANG MEMPENGARUHI PRASANGKA SOSIAL

•Pengaruh Kepribadian
•Pendidikan dan Status
•Pengaruh pendidikan anak oleh orang tua
•Pengaruh kelompok
•Pengaruh politik dan ekonomi
•Pengaruh komunikasi
•Pengaruh hubungan sosial
ž
Keterangan:
žKepribadian otoriter mengarahkan seseorang membentuk suatu konsep prasangka sosial, karena ada kecenderungan orang tsb selalu merasa curiga, berfikir dogmatis dan berpola pada diri sendiri.
žSemakin tinggi pendidikan dan status seseorang, akan mempengaruhi cara berfikirnya dan akan meredusir prasangka sosial
žJadi sebab prasangka sosial adalah adanya perasaan berbeda dengan orang/kelompok lain; adanya proses belajar; adanya perasaan membenci antarindividu/kelompok.
Bagaimana Cara mengelola prasangka sosial?

Cara yang paling efektif dan kolektif dalam mengelola prasangka sosial adalah dengan cara pendidikan multikultural. Karena pendidikan ini mencakup berbagai budaya, sehingga antara yang satu dengan yang lain tidak ada rasa curiga dan prasangka dan akhirnya terciptalah suatu masyarakat yang tentram dan sejahtera.

PENGERTIAN KONFLIK SOSIAL

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

•Pareek berpendapat, Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami.
•Dale Ernest mengatakan: konflik adalah kekuasaan yang kreatif dari sejarah manusia
•KESIMPULAN :
Jadi konflik adalah proses atau keadaan dimana dua atau lebih dari pihak-pihak itu melakukan persaingan, pertentangan, perselisihan dan perseteruan dengan berusaha menggagalkan tujuan masing-masing pihak dan hal ini merupakan “kekuasaan yang kreatif dari sejarah manusia”
žFAKTOR PENYEBAB KONFLIK SOSIAL

•Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
•Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
•Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
•Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Cara Mengelola Konflik

•Avoiding
•Competing
•Accomodating
•Collaborating
•Compromising

Nilai dan Norma Sosial

Pengertian Nilai
•Nilai adalah patokan normatif yang mempengaruhi manusia dalam menentukan pilihannya di antara cara-cara tindakan  alternatif (Kupperman)
•Nilai adalah keyakinan yang membuat seseorang bertindak atas dasar pilihannya. (Gordon Allport)
•Nilai merupakan alamat sebuah kata “Ya”. (Hans Jonas)
•Nilai itu konsepsi dari apa yang diinginkan, yang mempengaruhi pilihan terhadap cara, tujuan antara dan tujuan akhir tindakan. (Cluckhohn)
•Nilai merupakan rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan. (Mulyana)
•Nilai dapat diartikan dalam 5 hal: harga dalam taksiran, harga sesuatu, angka kepandaian, kadar/mutu dan sifat-sifat yang penting (Purwodarminto)
•segala sesuatu yang dianggap berharga/tidak, pantas/tidak, mulia/hina, penting/tidak

Nilai sosial:

•Apa yang kita anggap penting dalam interaksi sosial di tengah masyarakat.
•segala sesuatu yang dianggap berharga oleh masyarakat.
•anggapan masyarakat tentang sesuatu yang diharapkan, indah, dan benar.
•keberadaan nilai bersifat abstrak dan ideal.

Bentuk-bentuk nilai : pemikiran, perilaku, dan benda. Contoh: keramahan, kepedulian sosial, disiplin waktu, kemudahan transaksi dlm bisnis, dll

Ciri Nilai Sosial
•Nilai merupakan konstruksi masyarakat yang tercipta melalui interaksi sosial, bukan bawaan secara biologis tapi tercipta secara sosial;
•Nilai sosial itu ditularkan ,artinya nilai yang menyusun sistem nilai yang ditularkan atau diteruskan di antara anggota-anggota masyarakat;
•Nilai dipelajari,bukan bawaan sejak lahir, tetapi dapat melalui proses belajar sejak kecil melalui sosialisasi di keluarga dan  masyarakat;
•Nilai memuaskan manusia dan mengambil bagian  dalam usaha memenuhi kebutuhan–kebutuhan sosial,sehingga menjadi dasar bagi tindakan dan tingkah laku,baik secara pribadi maupun dalam kolektivitas;
•Nilai merupakan asumsi abstrak dimana terdapat konsensus sosial;
•Nilai cenderung berkaitan satu dengan yang lain secara komunal dalam membentuk pola-pola dan sistem dalam masyarakat;
•Sistem-sistem nilai bervariasi antara kebudayaan satu dengan kebudayaan yang lain;
•Nilai selalu mengambarkan alternatif dan sistem-sistem nilai yang terdiri dari struktur dan level dari obyek-obyek yang ada;
•Masing-masing nilai dapat mempunyai efek yang berbeda terhadap perorangan dan masyarakat secara keseluruhan;
•Nilai-nilai cenderung melibatkan emosi;
•Nilai-nilai dapat mempengaruhi pengembangan pribadi dalam masyarakat secara positif maupun secara negatif
Tiga Macam Nilai Sosial
•Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia.
•Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan dan aktivitas
•Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia
Fungsi nilai sosial bagi kehidupan manusia:
1.Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan “harga” sosial dari suatu kelompok.
2.Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku.
3.Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya.
4.Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok.
5.Sebagai alat pengawas perilaku manusia.
Pengertian Norma

Norm is a variety of behaviors, and accompanying expectations (Cristina Bicchieri, 2006)

Norma Sosial
•aturan berperilaku dalam masyarakat.
•Ketentuan, kaidah, dan ukuran yang menjadi harapan bersama masyarakat untuk digunakan dan ditaati sebagai panduan, tatanan, dan kendali tingkah laku.
•Konsep yang menata perilaku manusia dalam pergaulan.
•Norma dibangun mengacu pada nilai-nilai sosial yang dianut, sehingga norma diciptakan untuk mempertahankan nilai-nilai sosial.
Ragam Norma Sosial Menurut Sumbernya
•Norma Agama, yaitu berisikan tentang  petunjuk-petunjuk bagi manusia yang menjadi pedoman dalam bertingkah laku dalam kehidupan sosialnya, misalnya tentang perintah dan larangan dengan segala konsekuensinya.
•Norma Kesusilaan, yaitu hampir memiliki persamaan   dengan norma agama, yaitu   sama-sama mengatur masalah dan kepentingan pribadi. Sedangkan perbedaannya,  norma agama bertujuan agar manusia beriman, sedang norma kesusilaan bertujuan agar manusia mempunyai hati nurani yang baik.
•Norma Kesopanan, yaitu peraturan yang terdapat dalam lingkungan pergaulan masyarakat atau suku tertentu yang mengatur sejauhmana peranaan masing-masing anggota masyarakat dalam berhubungan antara satu dengan yang lain. Norma ini bertujuan agar pergaulan anggota masyarakat dengan sesamanya berjalan dengan harmonis.
•Norma Hukum, yaitu serangkaian kaidah tertentu yang mengatur pergaulan hidup manusia agar berlangsung secara damai, yaitu adanya suatu keserasian antara ketertiban dan ketentraman.  Norma hukum ini juga berisikan apa-apa yang diperbolehkan, diperintah ataupun dilarang.
•Perbedaannya terletak pada sanksi; norma agama sanksinya syurga/neraka; norma susila sanksinya penyesalan diri; norma kesopanan sanksinya celaan dari masyarakat; norma hukum, penjara.
Ragam Norma Sosial Menurut Tingkatannya
•Cara (usage), yaitu suatu bentuk perilaku tertentu yang dilakukan individu di tengah masyarakatnya, namun tidak berlangusng secara terus-menerus. Contohnya, cara makan dianggap wajar dan baik jika tidak mengeluarkan suara.
•Kebiasaan (folkways), yaitu suatu bentuk perilaku yang dianggap baik dan benar dan terjadi secara terus menerus di tengah masyarakat. Biasanya dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan tertentu.
•Tata kelakuan (mores), yaitu kumpulan kaidah perilaku  yang mencerminkan sifat-sifat hidup bersama dan  secara sadar digunakan sebagai pengawasan terhadap ketentraman anggota masyarakat itu sendiri.
•Adat istiadat (custom), yaitu kumpulan kaidah perilaku yang paling tinggi kedudukannya karena terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya.
5 kerangka analisis nilai budaya dalam menyikapi
nilai dan norma sosial (Clyde Cluchohn)
•Masalah hidup manusia (MH), manusia harus menghindarinya dan  berusaha untuk mengubah dirinya dari kondisi buruk ke arah kondisi yang lebih menyenangkan.
•Masalah karya manusia (MK),  manusia harus terus berkarya demi menjaga eksistensi kehidupannya, memberikan status dan kedudukan yang terhormat dalam masyarakat, dan sebagai usaha untuk menghasilkan produk yang lebih banyak lagi.
•Masalah kedudukan manusia dalam ruang waktu (MW), manusia harus mampu untuk menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakannya demi kemajuan hidupnya.
•Masalah hubungan manusia dengan alam sekitar (MA),  manusia sangat bergantung dengan alam sekitarnya, sehingga perlu adanya jalinan harmonis dengan mensikapi penggunaan sumberdaya alam secara bijaksana.
•Masalah hubungan manusia dengan sesamanya (MM),  apabila manusia mampu bekerja sama dan saling pengertian dengan sesamanya, maka cara seperti itulah kehidupan masyarakat dapat terpelihara.
Kelemahan Mentalitas Manusia Indonesia
•5 kerangka menyikapi nilai budaya, masih harus berhadapan dengan lemahnya mentalitas manusia Indonesia, yaitu:
1. suka meremehkan mutu
2. sukamenerabas
3. tak percaya kepada diri sendiri
4. tak berdisiplin murni
5. suka mengabaikan tanggung jawab.
Kaitan Antara Nilai dan Norma Sosial
•Nilai merupakan sesuatu yang baik, diinginkan, dicita-citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat.
•Norma merupakan kaidah atau peraturan bertindak dan berperilaku yang dibenarkan untuk mewujudkan cita-cita itu.
•Norma sosial itu akan membenarkan atau menyalahkan perilaku-perilaku tertentu guna mencapai nilai yang dimaksud.
Sikap terhadap Nilai dan Norma

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imran: 110)

Contoh Cara Bersikap

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali Imran: 159)

Rangkuman

•Nilai sosial merupakan keyakinan relatif dari baik buruknya sesuatu baik kongkrit atau abstrak yang dihasilkan melalui kesadaran kolektif masyarakat untuk mengatur masalah kemasyarakatan itu sendiri.
•Norma sosial merupakan ketentuan, kaidah, dan ukuran yang menjadi harapan bersama warga kelompok di masyarakat untuk digunakan dan ditaati sebagai sebagai panduan, tatanan dan kendalian tingkah laku. Oleh karena itu, norma sosial merupakan konsep yang menata perilaku manusia dalam setiap hari pergaulan dengan masyarakatnya.
•Antara nilai dan norma sosial memiliki kaitan yang sangat erat. Hubungan  antara keduanya bagikan kebaikan (the good) dengan kebenaran (the right) yang berlangsung di tengah masyarakat.
•Setiap manusia harus mampu bersikap kritis terhadap setiap perubahan sosial budaya yang terjadi dan bagaimana dampaknya ke depan di tengah-tengah masyarakatnya.